Bertemu PM Lawrence Wong, Prabowo Dorong Kolaborasi RI-Singapura di Energi, Digital, dan Pertahanan

Presiden Prabowo Subianti memberikan amanat saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Singapura melalui perluasan kerja sama di berbagai sektor dalam pertemuan tahunan Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, Prabowo mengatakan hubungan kedua negara memiliki karakter yang istimewa dan terus dibangun melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

“Terima kasih kepada Perdana Menteri Lawrence Wong atas kunjungan beliau bersama delegasi ke Indonesia untuk melaksanakan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura. Ini adalah retreat kedua bagi saya. Dan pertemuan ini sekali lagi menunjukkan hubungan khas, hubungan istimewa antara Indonesia dan Singapura,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Karena itu, kedua negara sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.

“Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga dan harus kita lakukan kerja sama terus-menerus untuk menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan pembahasan dengan Lawrence Wong berlangsung secara intensif, terbuka, dan berorientasi ke depan. Ia menegaskan kedua negara juga sepakat menyelesaikan setiap perbedaan melalui komunikasi yang terbuka sebagai sesama sahabat.

“Kita tadi telah melakukan pertemuan intensif dan sangat produktif dari hati ke hati, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham, kalau ada salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, kerja sama ekonomi tetap menjadi salah satu fokus utama. Prabowo mengatakan Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi perdagangan listrik lintas batas, seiring penguatan kolaborasi di bidang energi, ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber, ketahanan pangan, rantai pasok, hingga pertahanan.

“Di bidang energi, di bidang ekonomi digital, ekosistem digital keamanan siber, kita telah melakukan diskusi dan capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus kolaborasi juga di bidang pangan, rantai pasok. Di bidang pertahanan keamanan kita juga akan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan kita,” ujar Prabowo.

Selain kerja sama antarpemerintah, Prabowo menilai hubungan antarmasyarakat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemitraan kedua negara. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya peningkatan konektivitas, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama antargenerasi muda.

“Kemitraan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah tapi juga di antara rakyat kedua negara. Karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, kerja sama antara pemuda menjadi sangat penting,” tegasnya.

Leaders’ Retreat tahun ini kembali menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk membangun kemitraan strategis yang mampu menjawab tantangan global melalui kerja sama di bidang ekonomi, investasi, energi, pertahanan, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.