Dasco Pertemukan Serikat Pekerja dan Manajemen SGN, Tuntutan Karyawan Temui Solusi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad/IG

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi mediasi antara serikat pekerja PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan manajemen perusahaan yang menghasilkan kesepakatan atas sejumlah aspirasi sekitar 23 ribu karyawan yang tersebar di 33 pabrik gula.

Mediasi tersebut membahas berbagai tuntutan pekerja, mulai dari apresiasi kinerja giling 2025 hingga harmonisasi remunerasi pascapenggabungan sejumlah PTPN komoditas tebu menjadi SGN. Pertemuan juga dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini dan anggota Komisi VI DPR RI Nasim.

Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) SGN M. Rofi mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan berhasil menemukan jalan keluar melalui komunikasi dengan pihak manajemen.

“Jadi aspirasi kami alhamdulillah difasilitasi oleh Pak Dasco, Bu Anggia, dan Pak Nasim dari Komisi VI. Alhamdulillah segala apa yang menjadi tuntutan atau aspirasi kami diselesaikan dengan media komunikasi dengan pihak manajemen, sehingga apa yang menjadi aspirasi kami bisa terpenuhi,” kata Rofi usai pertemuan.

Rofi menjelaskan salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan tidak adanya apresiasi kinerja giling 2025. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi performa perusahaan yang terdampak sejumlah faktor eksternal, seperti rembesan gula rafinasi, penjualan tetes yang tidak berjalan, impor bioetanol, serta kondisi cuaca sepanjang 2025.

“Di tahun 2026 dikarenakan efek dari rembesan gula rafinasi, efek dari tetes yang tidak laku sehingga membuat perusahaan eh SGN ini agak kurang perform di tahun 2025,” ujarnya.

Selain itu, SPBUN SGN juga mengusulkan harmonisasi remunerasi setelah proses penggabungan beberapa PTPN komoditas tebu ke dalam SGN.

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengatakan DPR memfasilitasi komunikasi antara pekerja dan korporasi agar setiap aspirasi dapat dibahas bersama dan menghasilkan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak.

“Jadi ada beberapa aspirasi yang memang kita komunikasikan. Jadi, kita komunikasikan dengan Komisi VI DPR, dengan karyawan, lalu kemudian kita kan memfasilitasi. Komisi VI memfasilitasi antara korporasi, antara PTPN, SGN dengan para karyawan dan akhirnya alhamdulillah ketemu di titik temu,” kata Anggia.

Menurut Anggia, pembahasan mencakup sejumlah isu, antara lain bonus, standardisasi, dan harmonisasi yang saat ini sedang berjalan. Ia berharap hasil mediasi tersebut dapat menjawab kebutuhan yang disampaikan para karyawan SGN.

“Jadi akan menjawab semua pertanyaan atau kebutuhan yang dituntut atau yang diaspirasikan oleh teman-teman dari para karyawan,” tuturnya.