Deretan Fakta Kematian MF di Kos Kebon Jeruk, dari CCTV hingga Selimut

Garis Polisi/Pexels

Generasi.co, JAKARTA – Kematian MF (24), pemuda asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang ditemukan terbungkus selimut hitam di kamar indekosnya di Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (8/10), masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Polisi sementara menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara rekaman CCTV indekos telah diambil untuk dijadikan alat bukti.

Kakak korban, Fani, mengatakan MF terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Selasa (6/10). Ibunya kemudian mencoba menghubungi MF pada Rabu dan Kamis, tetapi tidak mendapat jawaban.

Karena berada di luar negeri, Fani memesan ojek online pada Kamis pagi untuk memeriksa kondisi adiknya. Pengemudi ojek online itu kemudian menghubungi Fani melalui panggilan video setelah mendatangi indekos.

Berikut deretan fakta yang disampaikan Fani mengenai penemuan MF.

1. Pintu kamar terkunci dari dalam

Pengemudi ojek online meminta izin kepada Nila, penjaga indekos, untuk memeriksa kamar MF. Namun, setelah mengetuk pintu dan memanggil korban, tidak ada jawaban.

“Ojol ini minta ijin ke Bu Nila (penjaga kos) untuk ke kamar karena ingin mengecek kondisi, sesampai di depan kamar kos itu dipanggil dan diketuk pintu tapi tidak ada jawaban. Posisi pintu terkunci dari dalam,” ujar Fani, Minggu.

Penjaga indekos sempat mengambil kunci serep, tetapi pintu tidak bisa dibuka karena kunci dari dalam masih tersangkut pada lubang kunci. Penjaga kemudian meminta izin kepada pemilik indekos untuk mendobrak pintu.

2. Korban ditemukan terbungkus selimut hitam

Setelah pintu dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik habis. MF ditemukan telentang di atas kasur dalam keadaan terbungkus selimut dengan sangat rapat dari kepala hingga kaki.

“Di kasur ada tubuh, tertutup selimut. Jadi selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang. Tidak bergerak,” kata Fani.

Menurut Fani, korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian dan hanya memakai jam tangan pintar. Wajahnya tertutup dua lapis masker serta dua handuk yang menutupi mulut dan hidung.

3. Ada sejumlah cairan di dekat tubuh korban

Fani mengatakan terdapat telepon seluler yang sedang diisi daya di dekat tubuh MF. Ia juga mendapat informasi mengenai keberadaan dua botol cairan yang disebut berkaitan dengan kloroform, lem akrilik, dan cairan untuk bahan kulit.

Naskah sumber tidak menjelaskan secara terperinci jenis maupun isi masing-masing botol tersebut.

4. Penjaga indekos sempat melihat korban sehari sebelumnya

Menurut kesaksian penjaga indekos yang disampaikan Fani, MF masih terlihat pada Rabu sore. Beberapa paket juga tiba di indekos pada sore itu.

Namun, penjaga indekos mengaku tidak mendengar suara keributan sepanjang Rabu malam.

5. Rekaman CCTV telah diambil polisi

Fani mengatakan penjaga indekos tidak bisa mengakses rekaman CCTV karena perangkat atau rekaman tersebut telah diambil pihak kepolisian untuk dijadikan alat bukti.

Berdasarkan informasi sementara dari kepolisian yang diterima Fani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MF. Kondisi tubuh korban yang telah membengkak juga menyulitkan identifikasi.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kematian MF belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan keluarga.