Dukung Keputusan Sekjen MPR, F-PKB MPR RI: LCC Dievaluasi untuk Dilanjutkan

Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, saat membuka dialog NGOPI tentang upaya memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gedung MPR RI/MPR RI

Jakarta, Generasi.co — Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Sekretariat Jenderal MPR RI dalam menangani polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat.

Langkah Sekjen MPR yang memberikan permohonan maaf serta menonaktifkan Dewan Juri dan Master of Ceremony (MC) dinilai sebagai tindakan cepat untuk menjaga integritas institusi.

Hukuman Juri Sebagai Pelajaran Keras

Neng Eem menegaskan bahwa insiden yang terjadi pada babak final di Kalimantan Barat harus menjadi catatan hitam yang tidak boleh terulang. Penonaktifan petugas yang terlibat dianggap sebagai konsekuensi logis atas kelalaian yang memicu kegaduhan publik.

“Fraksi PKB sepakat atas keputusan Sekjen MPR. Apa yang terjadi di final LCC Kalimantan Barat harus jadi pelajaran bagi panitia agar ke depannya tidak terjadi lagi,” tegas Neng Eem di Sekretariat Fraksi MPR RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Empat Poin Evaluasi Menyeluruh

Sebagai Pimpinan Banggar MPR, Neng Eem mendesak agar evaluasi tidak berhenti pada sanksi personel, melainkan menyasar pada perbaikan sistem secara sistemik. Fraksi PKB menggarisbawahi empat aspek yang wajib dibenahi:

  1. Teknis Pelaksanaan: Standarisasi prosedur di setiap daerah.
  2. Mekanisme Penilaian: Menghilangkan ruang subjektivitas juri yang merugikan peserta.
  3. Sistem Verifikasi Jawaban: Memastikan rujukan jawaban akurat dan tidak multi-tafsir.
  4. Tata Kelola Keberatan: Menyediakan kanal protes yang transparan dan adil saat perlombaan berlangsung.

LCC Tetap Dilanjutkan sebagai Pendidikan Karakter

Meski diwarnai polemik, Neng Eem menekankan bahwa program LCC Empat Pilar secara substansi sangat efektif dalam membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di kalangan siswa SMA.

“Program ini sudah terbukti efektif. Saat saya kunjungan ke daerah, antusiasme siswa sangat tinggi. Ini bagian dari pendidikan nilai-nilai kebangsaan, jadi harus dilanjutkan dengan kualitas yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” lanjutnya.

Fraksi PKB berkomitmen untuk terus mengawal proses evaluasi yang dilakukan oleh Sekjen MPR guna memastikan kompetensi bergengsi bagi generasi muda ini kembali pada jalurnya yang bersih dan berintegritas.