Pacitan, Generasi.co — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) adalah lokomotif baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Hal ini disampaikan Ibas saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf: Anak Muda Go Digital di Pacitan, Jawa Timur.
Bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, Ibas menekankan bahwa potensi besar ekraf di Pacitan hanya bisa optimal jika dikelola melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.
“Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru serta simpul nasional,” ujar Ibas dalam sambutannya.
Memperkuat Narasi Budaya dan Ikon Daerah
Ibas menilai kekayaan budaya lokal Pacitan memiliki nilai jual tinggi di pasar global jika dikemas dengan sentuhan modern dan narasi (background story) yang kuat. Beberapa poin utama yang disoroti meliputi:
- Seni Pertunjukan: Kesenian seperti Rontek, Kethek Ogleng, dan Tari Klayar harus dikemas lebih kreatif untuk menarik wisatawan.
- Museum SBY*ANI: Keberadaan museum ini dinilai bukan sekadar ruang sejarah, melainkan pemantik ekosistem ekonomi di sekitarnya, mulai dari kuliner hingga penginapan.
- Branding Baru: Ibas memperkenalkan konsep “Pacitan The 70 Miles of Sea Paradise” untuk memperkuat identitas wisata bahari Pacitan yang membentang luas di pesisir selatan Jawa.
Anak Muda Sebagai Motor Digitalisasi
Lulusan S3 IPB University ini mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama promosi digital. Ia menekankan pentingnya hilirisasi produk agar UMKM daerah bisa “naik kelas.”
“Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi motor penggerak promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah melalui media sosial,” tegasnya.
Untuk mendukung permodalan, Ibas juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif. Hal ini bertujuan agar promosi dan kualitas produk semakin kompetitif di pasar internasional.
Inspirasi dari UMKM Lokal: Tembus Pasar Global
Keberhasilan ekraf di Pacitan bukan sekadar wacana. Dalam kegiatan tersebut, Ibas menerima cinderamata dari Akik OG Jewelry, UMKM lokal yang telah berhasil mengekspor produknya ke lebih dari 10 negara.
Founder Kasisolusi, Deryansha, yang hadir sebagai pemateri turut mengamini visi Ibas. Menurutnya, teknologi digital telah meruntuhkan batasan geografis.
“Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik,” kata Deryansha.
Workshop ini turut dihadiri oleh jajaran staf ahli Kementerian Ekraf, Sekda Pacitan Heru Wiwoho, serta Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi sebagai bentuk dukungan kolektif terhadap penguatan ekosistem kreatif di daerah.










