Gandeng PLN, Menkop Ferry Juliantono Siapkan Koperasi Kelola Kapal Listrik dan Layanan Energi Desa

Menteri Koperasi Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersiap membawa koperasi-koperasi di Indonesia untuk merambah sektor energi hijau dan layanan kelistrikan nasional. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono usai menggelar audiensi strategis bersama Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan yang turut didampingi oleh Staf Khusus Menkop, Niko Nararya dan Wahyono Suparno ini, menjadi tonggak penting kolaborasi antara Kemenkop dan PLN melalui optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Melalui akun Instagram pribadinya, Menteri Ferry menyoroti dua agenda besar dari kerja sama ini, yakni perluasan layanan listrik di desa hingga inovasi transportasi air bertenaga listrik yang akan dikelola langsung oleh koperasi.

Ribuan Koperasi Jangkau Layanan Token Listrik

Sebagai langkah awal dan bukti nyata kedekatan koperasi dengan kebutuhan masyarakat, saat ini integrasi layanan kelistrikan telah berjalan masif.

“Saat ini, lebih dari 2.000 koperasi telah dijangkau untuk mendukung integrasi layanan kelistrikan di desa, salah satunya melalui penjualan token listrik. Ini adalah bentuk nyata bagaimana koperasi hadir semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Ferry Juliantono.

Keterlibatan ribuan koperasi ini tidak hanya mempermudah akses listrik bagi warga pedesaan, tetapi juga memberikan sumber pendapatan baru yang menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa.

Inovasi Kapal Listrik Antarpulau: Peluang Baru Koperasi

Lebih jauh, Menkop mengungkapkan rencana ambisius PLN yang tengah mengembangkan moda transportasi kapal laut bertenaga listrik. Kapal ini diproyeksikan untuk melayani rute penyeberangan antarpulau di destinasi wisata vital, seperti Nusa Penida (Bali) dan Gili Trawangan (NTB).

Menariknya, operasional dan pengelolaan kapal listrik ramah lingkungan ini nantinya akan dipercayakan kepada pihak koperasi setempat.

“Saya memandang langkah ini sebagai strategi besar untuk membawa koperasi masuk ke sektor energi masa depan, membuka peluang usaha berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi desa,” tegas Ferry.

Langkah strategis ini dinilai akan mengubah wajah koperasi di Indonesia—dari yang sekadar bergerak di sektor simpan pinjam atau ritel konvensional, menjadi pemain kunci dalam ekosistem transisi energi nasional.