Gen Z Tuntut Lapangan Kerja Hijau, Eddy Soeparno: Pemerintah Wajib Siapkan ‘Upskilling’

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno /Ist.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menggelar dialog terbuka (Townhall Meeting) bersama lebih dari 200 perwakilan Generasi Z di Gedung MPR RI, Jakarta. Acara yang menggandeng organisasi Dewan Kita ini menjadi ajang curhat anak muda mengenai kecemasan masa depan mereka, mulai dari sulitnya mencari kerja hingga isu kesehatan mental.

Dalam forum interaktif tersebut, Eddy menegaskan bahwa pelibatan anak muda dalam perumusan kebijakan publik bukan lagi sekadar pemanis, melainkan fondasi penting bagi negara.

Townhall meeting ini adalah cara kami mendengar langsung tanpa sekat aspirasi anak-anak muda. Kami percaya anak muda harus menjadi bagian dan terlibat dalam perumusan kebijakan,” ujar Eddy dalam keterangannya.

Tuntut ‘Green Jobs’ dan Upah Layak

Isu ketenagakerjaan mendominasi diskusi. Para peserta tidak hanya menuntut ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kualitas pekerjaan yang manusiawi, jaminan sosial, serta upah yang layak.

Menariknya, aspirasi Gen Z sangat lekat dengan isu keberlanjutan. Mereka mendesak agar kebijakan pembangunan lebih pro-lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.

Merespons hal itu, Eddy menilai karakter Gen Z yang adaptif teknologi dan sadar lingkungan sangat cocok dengan konsep Lapangan Kerja Hijau (Green Jobs). Sektor ini meliputi energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah, hingga industri kreatif hijau.

Mandat Konstitusi

Eddy mengingatkan bahwa tuntutan anak muda ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat (4) UUD 1945. Pasal tersebut menegaskan pembangunan ekonomi harus berlandaskan prinsip keadilan sosial, keberlanjutan, dan berwawasan lingkungan.

“Pembangunan ekonomi seharusnya berjalan seiring dengan upaya menjaga dan merawat lingkungan serta penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Eddy mendesak pemerintah untuk segera turun tangan memfasilitasi peningkatan keahlian (upskilling) generasi muda.

“Tentu pemerintah harus hadir memastikan anak muda kita memiliki akses pada pendidikan vokasi, reskilling, dan upskilling agar akses terhadap green jobs dapat terbuka untuk semua,” tutup Eddy.