Julianne Moore Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Otak agar Risiko Alzheimer Bisa Ditekan

Alzheimer/Pexels

Pengalaman mendalami peran penderita Alzheimer dalam film Still Alice (2014) mengubah cara Julianne Moore memandang kesehatan otak. Aktris peraih Oscar ini mengaku awalnya nyaris tidak memahami Alzheimer, hingga riset mendalam yang ia lakukan membuka matanya tentang pentingnya kesadaran dan pencegahan sejak dini.

Kini, satu dekade setelah film tersebut dirilis, Moore semakin vokal mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak. Lewat kampanye Brain Health Matters, ia menekankan bahwa meski Alzheimer tidak sepenuhnya bisa dicegah, ada langkah-langkah penting yang dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya.

Berikut sejumlah tips menjaga kesehatan otak yang disoroti Moore bersama para pakar kesehatan:

1. Mulai bicara dengan dokter sebelum gejala muncul

Banyak orang baru memeriksakan diri ketika masalah memori sudah terasa berat. Padahal, sekitar 4 dari 5 orang ingin mengetahui risiko Alzheimer lebih awal.

“Saat medical check-up, katakan bahwa Anda ingin membicarakan risiko Alzheimer, perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan, dan meminta penilaian kognitif,” ujar Moore.

2. Terapkan gaya hidup sehat sejak usia muda

Menurut Hillary A. Parker, PhD, Direktur Neuropsikologi Geriatri di Ohio State University Wexner Medical Center, kebiasaan di usia muda sangat berpengaruh pada kesehatan otak jangka panjang.

“Tidak pernah terlalu dini atau terlambat untuk memulai kebiasaan sehat,” katanya.

3. Rutin bergerak dan jaga kesehatan jantung

Olahraga teratur, termasuk aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, terbukti berdampak positif bagi otak. Parker juga menyarankan pola makan sehat untuk jantung seperti diet Mediterania atau diet MIND.

Selain itu:

  • Hindari merokok
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Kendalikan tekanan darah dan diabetes

4. Perhatikan kesehatan pendengaran dan penglihatan

Penelitian menunjukkan gangguan pendengaran dan penglihatan yang tidak ditangani berkaitan dengan peningkatan risiko demensia. Pemeriksaan rutin dan penggunaan alat bantu bila diperlukan dapat membantu menjaga fungsi otak.

5. Latih otak dengan aktivitas yang disukai

Tidak ada satu jenis “latihan otak” yang paling efektif. Yang terpenting adalah memilih aktivitas yang menantang dan menyenangkan.

Mulai dari:

  • Membaca
  • Bermain musik
  • Teka-teki silang
  • Berkebun
  • Bermain gim
  • Traveling atau belajar hal baru

Semua ini membantu membangun cognitive reserve, yakni daya tahan otak terhadap penurunan fungsi.

6. Jaga hubungan sosial

Interaksi sosial yang kuat mendukung kesehatan mental dan fungsi otak. Menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, dan komunitas memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan kognitif.

7. Jangan panik dengan lupa ringan

Lupa meletakkan kunci, sulit menemukan kata, atau lupa tujuan masuk ruangan adalah bagian normal dari proses penuaan.

Namun, jika gangguan memori terasa semakin sering, berat, dan mengganggu aktivitas harian—terutama di usia di atas 50 tahun—segera konsultasikan dengan tenaga medis.

8. Kenali faktor risiko pribadi

Genetika berperan kecil pada Alzheimer usia lanjut, tetapi gaya hidup dan riwayat kesehatan memiliki pengaruh besar. Untuk Alzheimer onset dini, faktor genetik lebih dominan sehingga evaluasi medis menjadi penting.

Kesimpulan
Julianne Moore menegaskan bahwa hidup lebih lama harus diiringi dengan kualitas hidup yang baik. Dengan membangun kebiasaan sehat, aktif secara fisik dan mental, serta berani berbicara dengan dokter sejak dini, risiko Alzheimer dapat ditekan dan kesehatan otak tetap terjaga.