Kemenkop Dorong LPDB Biayai Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono/IG

Generasi.co, Musi Banyuasin – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap mendukung pembiayaan koperasi yang mengembangkan usaha pengolahan kelapa sawit, termasuk pembangunan pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Dukungan pembiayaan tersebut diarahkan agar koperasi tidak hanya bergerak di sektor perkebunan, tetapi juga mengambil bagian dalam hilirisasi sawit. Ferry menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa.

Salah satu koperasi yang telah memperoleh dukungan LPDB adalah Koperasi Mandiri Makmur. Koperasi tersebut mendapat pembiayaan untuk pembangunan pabrik CPO yang saat ini telah mencapai 45 persen.

“Salah satunya seperti Koperasi Mandiri Makmur juga sudah diberikan pembiayaan oleh LPDB dalam memproduksi CPO, yang saat ini pembangunannya sudah 45 persen,” ujar Ferry.

Ferry mengatakan pengembangan pabrik CPO oleh koperasi dapat memperkuat posisi petani dalam rantai usaha sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dinikmati masyarakat di daerah.

Menurut dia, koperasi perlu berkembang dari sekadar mengelola kebun menjadi pengolah hasil perkebunan. Dengan demikian, koperasi dan petani tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS), tetapi juga memperoleh manfaat dari proses hilirisasi.

“Pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk merealisasikan model tersebut,” kata Ferry.

Dengan dukungan permodalan, koperasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan dan memperluas kegiatan usaha hingga menghasilkan produk turunan kelapa sawit.

Kementerian Koperasi mencatat terdapat 222.462 koperasi di Indonesia. Jumlah tersebut mencakup 30.817 koperasi produsen dan 2.587 koperasi perkebunan.

Besarnya jumlah koperasi perkebunan dinilai menjadi peluang untuk memperkuat peran koperasi dalam rantai industri sawit, termasuk melalui pembangunan fasilitas pengolahan CPO.

Adapun komposisi perkebunan kelapa sawit nasional terdiri atas 54 persen perusahaan besar, 43 persen perkebunan rakyat, dan 3 persen perkebunan negara.

Pemerintah mendorong hilirisasi sawit berbasis koperasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai badan usaha dalam perekonomian nasional.