Ketua MPR Ahmad Muzani: Negara Tetangga Kerek Harga BBM Imbas Perang, Prabowo Pasang Badan Tahan Subsidi!

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani/IG

Yogyakarta, Generasi.co — Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan poros Amerika Serikat-Israel memicu efek domino yang mengancam ketahanan energi global. Meski episentrum peperangan berjarak ribuan kilometer dari Nusantara, daya rusaknya dipastikan menyentuh urat nadi ekonomi dunia, tak terkecuali kawasan Asia Tenggara.

Di tengah ancaman krisis tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, memberikan apresiasi penuh atas langkah berani dan intervensi langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah secara resmi memutuskan untuk memasang badan dengan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026.

Penegasan taktis ini disampaikan Muzani di hadapan para guru Taman Siswa di Yogyakarta, yang turut ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (9/4/2026).

“Meski jaraknya ribuan kilometer dari Indonesia, dampak akibat Perang Iran vs AS-Israel telah kita rasakan, utamanya ancaman terhadap krisis energi yang dirasakan seluruh negara,” tegas Muzani membedah situasi geopolitik saat ini.

ASEAN Mulai Tumbang, Indonesia Jaga Ketahanan

Muzani membeberkan realitas pahit bahwa sejumlah negara tetangga di kawasan ASEAN kini mulai tumbang menghadapi tekanan harga minyak mentah dunia. Imbasnya, negara-negara tersebut terpaksa membebankan krisis kepada rakyatnya dengan menaikkan harga BBM domestik.

Namun, Indonesia dinilai mampu membentengi rakyatnya berkat ketegasan Kepala Negara yang menjadikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bantalan krisis (shock absorber).

“Kita bisa lihat beberapa negara di ASEAN telah menaikkan harga BBM. Tapi kita patut bersyukur bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah menetapkan harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun,” urai politisi senior tersebut menyoroti manuver proteksi ekonomi pemerintah.

Perang Adalah Bencana Kemanusiaan dan Ekologi

Mengakhiri pernyataannya, Ketua Umum MPR RI ini mendesak agar pertikaian militer di Timur Tengah segera dihentikan melalui jalur diplomasi. Bagi Indonesia, perang bukan sekadar kalkulasi politik dan unjuk kekuatan militer antar-negara adidaya, melainkan kekuatan destruktif yang meruntuhkan peradaban.

“Maka itu kita harapkan perang bisa segera berakhir. Karena perang adalah bencana besar kemanusiaan, merusak ekologi alam kita, dan mengganggu stabilitas ekonomi,” pungkas Muzani memberikan peringatan keras kepada komunitas internasional.