Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi Akan Masuk Gerindra, Klaim Ikuti Pinangan Prabowo

Ketua Umum organisasi relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi/Polri

Ketua Umum organisasi relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, menyatakan memiliki niat untuk bergabung dengan Partai Gerindra dan meminta pengertian kepada kader Projo jika kelak ia resmi menjadi kader partai politik. Pernyataan itu disampaikan Budi saat Kongres III Projo di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11) dan Minggu (2/11).

“Jadi mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Nggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” ujar Budi dalam sambutannya di kongres.

Budi menjelaskan langkahnya sebagai bagian dari transformasi organisasi relawan menjadi dukungan yang lebih terstruktur untuk memperkuat visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di sela kongres, Budi juga menegaskan komitmennya untuk “memperkuat dan mendukung agenda-agenda politik Presiden Prabowo,” dan menyebut keinginannya bergabung dengan Gerindra dapat terjadi dalam waktu dekat. “Ya secepatnya (gabung Gerindra),” katanya.

Pernyataan Budi mengulang interaksi publiknya dengan Prabowo sebelumnya: pada Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, 20 Juli 2025, Prabowo sempat bergurau menanyakan apakah Budi akan masuk ke PSI atau Gerindra. Saat itu Prabowo bertanya, “Menteri Koperasi, Saudara Budi Arie Setiadi. Ini Masuk PSI kau? Bukan? PSI atau Gerindra kau?” dan Budi membalas dengan isyarat yang menandakan tidak masuk PSI.

Sebelumnya Budi pernah menyampaikan rencana mengubah Projo menjadi partai politik baru, namun kini ia menyatakan langkah bergabung ke Gerindra merupakan bagian dari “transformasi organisasi relawan” yang dipimpinnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Partai Gerindra mengenai rencana penerimaan Budi Arie sebagai kader partai atau mekanisme formal yang akan ditempuh. Proses pendaftaran partai, penerimaan, atau perubahan status Budi sebagai pejabat publik dan ketua organisasi relawan belum dijelaskan secara detail oleh pihak terkait.

Politik koalisi dan perpindahan tokoh relawan ke partai politik dipandang oleh sejumlah pengamat sebagai dinamika wajar menjelang periode politik berikutnya, namun implikasi praktisnya terhadap peta politik dan struktur kepengurusan Projo masih harus dipantau. Pihak Projo dan Budi Arie belum menyampaikan jadwal resmi kapan proses bergabung itu akan dimulai atau diselesaikan.