Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap MAMH (9), anak politikus PKS Kota Cilegon, Maman Suherman. Pelaku berinisial HA (31) ditangkap pada Jumat (2/1/2026) saat diduga hendak melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuti.
“Alhamdulillah (sudah ditangkap),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan melalui pesan singkat, Sabtu (3/1/2026).
Peristiwa pembunuhan terhadap bocah 9 tahun itu terjadi di rumah mewah korban di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon, pada 16 Desember 2025. Saat ditemukan, korban tergeletak bersimbah darah di lantai satu rumah dengan 19 luka di tubuhnya akibat senjata tajam dan benda tumpul.
Pengungkapan kasus ini sempat menemui kendala. Polisi kesulitan mengusut perkara lantaran kamera CCTV di rumah korban dilaporkan tidak berfungsi sejak 2023 dan tidak terdapat petugas keamanan di lingkungan tersebut.
Penangkapan HA bermula dari laporan warga terkait aksi pencurian di rumah Roisyudin Sayuti. Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid mengatakan pelaku kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) saat masuk ke rumah tersebut.
“Awalnya kita dapat info dari warga di sekitaran TKP rumahnya (anggota) Dewan Rois, karena ada orang yang masuk ke rumahnya Dewan, kepergok sama pembantu. Pembantu takut, teriak, kabur ke (dalam) rumah dan minta tolong ke warga, warga nelepon kami,” kata Firman saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1).
Mendapat laporan itu, personel Polsek Cilegon dibantu Brimob yang sedang bertugas langsung mendatangi lokasi. Saat tiba, pelaku mengunci pintu rumah dari dalam.
“Kemudian anggota kami dibantu Brimob meluncur ke TKP, begitu di TKP ada orang di dalam rumah itu, karena dia ngunci pintu, didobraklah pintu rumah itu,” ujarnya.
Pelaku kemudian diamankan dengan tangan diborgol dan dibawa menggunakan mobil Brimob. Tak lama berselang, tim Resmob Polda Banten dan Resmob Polres Serang datang ke lokasi untuk melakukan pengembangan.
“Tidak lama kemudian setelah tersangka diamankan, ada dari Resmob Polda dan Polres. Akhirnya diamankan dan kami serahkan ke Resmob Polda dan Polres untuk dikembangkan,” kata Firman.
Saat dilakukan interogasi awal, HA mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan anak Maman Suherman. Pengakuan itu disampaikan saat polisi membawa pelaku berkeliling sambil melakukan pemeriksaan.
“Iya, jadi ketika ketangkep kita interogasi dibawa muter sambil interogasi ya itu mengakui melakukan (pembunuhan) di rumah haji Maman,” ujar Firman saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Selain pembunuhan tersebut, pelaku juga mengaku melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda dalam beberapa hari terakhir.
“Jadi ada beberapa TKP, itu 3 TKP, haji Maman, haji Rois, sama TKP satu lagi, 4 hari lalu,” katanya.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan pelaku saat beraksi, di antaranya kunci pas yang dimodifikasi seperti obeng, pisau, serta diduga membawa senjata api mainan.
“Sebenernya kalau ngeliat modusnya niatan untuk merampok karena ada peralatan kayak kunci pas yang dibuat kayak obeng. Diduga bawa senpi mainan, dan obeng, pisau,” ujar Firman.
Polisi menyebut HA merupakan karyawan swasta asal Palembang yang tinggal di Perumahan Bumi Rakata, Cilegon.
“Orang ini orang Palembang, tinggal Bumi Rakata,” ungkapnya.
Sementara itu, Kombes Dian Setyawan belum mengungkapkan secara rinci motif pembunuhan tersebut. Polda Banten menyatakan keterangan resmi akan disampaikan langsung oleh Kapolda Banten Irjen Hengki Haryadi.
“Sabar ya, biar nanti Pak Kapolda yang presscon,” kata Dian.
Korban MAMH diketahui merupakan murid SD Al Azhar 40 Kota Cilegon dan anak dari Maman Suherman, Dewan Pakar DPC PKS Kota Cilegon. Jasad korban dimakamkan pada Rabu, 17 Desember 2025.
Keluarga dan kerabat mengenal korban sebagai anak yang baik, cerdas, dan taat beribadah. Sempat muncul dugaan korban tewas akibat perampokan, namun tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang dari rumah korban.
“Anaknya sangat penurut, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Ketaatannya kepada orang tua luar biasa dan bisa jadi contoh untuk anak-anak seusianya,” ujar salah satu kerabat.
Saat ini, HA masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim gabungan Satreskrim Polres Cilegon, Ditreskrimum Polda Banten, dan Brimob Polda Banten.










