Kunjungan Kedua Prabowo ke Rusia: Ini 6 Pernyataan Penting Putin untuk Indonesia

Presiden Prabowo Subianto [kiri] Berjabat Tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin [kanan]/IG

Presiden Rusia Vladimir Putin menerima Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan di Moskow pada Rabu (10/12/2025). Kunjungan ini menjadi lawatan kedua Presiden Prabowo ke Rusia dalam satu tahun terakhir. Kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral, sejumlah proyek kerja sama, serta berbagai isu internasional dan kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Putin untuk berkunjung ke Indonesia.

Berikut rangkuman lengkap pernyataan Presiden Putin dalam pertemuan tersebut:

1. Menyampaikan belasungkawa atas banjir dan longsor di Sumatra

Presiden Putin membuka pembicaraan dengan menyampaikan simpati mendalam terhadap korban banjir dan longsor yang melanda Sumatra sejak akhir November.

Bencana tersebut telah menewaskan 969 orang, membuat 252 orang masih hilang, dan merusak 158 ribu rumah.

“Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas banjir serta jatuhnya korban yang dialami rakyat dan negara Indonesia,” ujar Putin.

2. Menegaskan semakin kuatnya hubungan Rusia–Indonesia

Putin menyampaikan bahwa hubungan kedua negara berkembang secara stabil, terutama dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik RI–Rusia.

Ia juga mengingat kembali pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Presiden Prabowo, termasuk dalam peringatan 80 Tahun Berakhirnya Perang Dunia di China dan kunjungan Prabowo ke Moskow pada Juni lalu.

“Saya tegaskan kembali bahwa hubungan kita berkembang secara stabil dan konsisten,” kata Putin.

Dalam bidang perdagangan dan ekonomi, Putin menyebutkan pertumbuhan hubungan dagang mencapai 17 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

3. Menawarkan dukungan ahli dalam pengembangan energi nuklir

Rusia dan Indonesia tengah mengeksplorasi kerja sama energi nuklir. Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk menyediakan pakar dan dukungan teknologi apabila Indonesia memerlukannya.

“Saya memahami bahwa Indonesia memiliki rencana di bidang ini, dan bila Yang Mulia memandang perlu melibatkan pakar Rusia, kami siap bekerja sama,” ujarnya.

4. Kerja sama pertanian termasuk pasokan gandum

Putin menyoroti sejumlah proyek sektor pertanian yang tengah dibahas kedua negara. Rusia, menurutnya, tidak mempermasalahkan surplus perdagangan pertanian yang saat ini menguntungkan Indonesia, dan siap mencari cara memperluas kerja sama.

Namun ia mencatat adanya penurunan kecil dalam pasokan gandum ke Indonesia.

Di bidang hubungan kemanusiaan, Putin menggarisbawahi meningkatnya arus wisatawan kedua negara. Peningkatan ini didorong oleh penerbangan langsung dan kemudahan fasilitas visa.

5. Kerja sama teknis dan militer

Putin menyebut Indonesia sebagai mitra lama Rusia dalam kerja sama militer. Kontak antar kementerian pertahanan kedua negara berlangsung stabil dan profesional.

Menurutnya, personel militer Indonesia secara rutin mengikuti pelatihan di lembaga pendidikan tinggi Rusia, termasuk akademi militer. Rusia siap memperluas bentuk kerja sama ini.

6. Rusia menyambut Indonesia di BRICS

Di akhir penyampaian, Putin menegaskan dukungannya terhadap keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS dan menyambut positif perundingan Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU) mengenai perjanjian perdagangan bebas.

“Yang Mulia Bapak Presiden, saya telah menyampaikan banyak hal yang memiliki arti penting bagi kedua negara kita. Kami sangat senang dapat menyambut Yang Mulia,” ujar Putin menutup pernyataannya.