Manfaat Bekam dan Terapi Sejenisnya: Perspektif Sains & Medis

Bekam/Unsplash

Bekam atau cupping therapy adalah metode pengobatan tradisional yang bekerja dengan cara menciptakan tekanan negatif pada kulit menggunakan cup. Dalam dunia medis, bekam terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. Dry Cupping (Bekam kering) — hanya menggunakan tekanan vakum tanpa mengeluarkan darah.
  2. Wet Cupping / Hijama (Bekam basah) — dilakukan dengan sayatan kecil untuk mengeluarkan darah statis setelah proses pengisapan.

Terapi ini telah dipraktikkan selama ribuan tahun di Mesir, Cina, Timur Tengah, dan dalam tradisi pengobatan Islam. Saat ini, terus diteliti dalam dunia kedokteran modern.


🧠 Bagaimana Bekam Bekerja Secara Ilmiah?

Secara fisiologis, tekanan negatif pada bekam:

  • Meningkatkan sirkulasi darah pada area yang dibekam
  • Merangsang sistem saraf parasimpatis
  • Melepaskan zat kimia pereda nyeri alami, seperti endorfin
  • Mengaktifkan mekanisme detoksifikasi dan meningkatkan pergerakan cairan limfa
  • Memicu proses penyembuhan jaringan (tissue repair) melalui mikrosirkulasi

Pada wet cupping, pengeluaran darah dipercaya mengurangi konsentrasi radikal bebas, ferritin berlebih, kolesterol, dan toksin oksidatif dalam jaringan.


🩺 Manfaat Bekam Berdasarkan Penelitian Ilmiah

1. Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Traditional and Complementary Medicine (2019) menyimpulkan bahwa bekam efektif untuk nyeri punggung bawah, leher kaku, dan nyeri otot kronis.

2. Membantu Migrain dan Sakit Kepala

Studi klinis dalam American Journal of Chinese Medicine menunjukkan bahwa wet cupping menurunkan frekuensi migrain dan tension headache signifikan dalam 4 minggu terapi.

3. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Tekanan vakum memperlebar pembuluh kapiler kecil dan meningkatkan suplai oksigen ke jaringan yang rusak, mempercepat penyembuhan.

4. Menurunkan Stres, Cemas, dan Insomnia

BNIRS menyatakan bekam memicu respon relaksasi, menurunkan hormon stres kortisol, dan meningkatkan kualitas tidur.

5. Menurunkan Kolesterol dan Detoksifikasi

Riset dari Saudi Medical Journal (2018) menunjukkan wet cupping menurunkan kadar LDL, trigliserida, dan ferritin yang memicu inflamasi.

6. Membantu Penderita Diabetes dan Hipertensi (Pendukung Terapi Medis)

Cupping berkontribusi:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin

(Catatan: bukan pengganti obat dokter, tetapi terapi pelengkap / complementary)

7. Memperkuat Sistem Imun

Riset immunology mencatat peningkatan produksi interleukin & sel NK (natural killer cell) setelah terapi bekam.


📌 Jenis-Jenis Terapi Sejenis Bekam

Jenis terapiPenjelasanKegunaan
Dry cuppingSedotan tanpa sayatanRelaksasi otot dan nyeri
Wet cupping / HijamaSedotan + sayatan darahDetox oksidatif, darah kotor
Fire cuppingPanas untuk vakumMasalah pernapasan, pencernaan
Massage cuppingDengan minyak pijatCedera olahraga, myalgia
Acu-cuppingMenggabungkan akupunkturNyeri saraf, kelumpuhan lokal

⚠️ Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

  • Memar sementara
  • Rasa nyeri ringan 1–3 hari
  • Risiko infeksi jika alat tidak steril
  • Tidak dianjurkan untuk orang dengan hemofilia, anemia berat, atau sedang minum obat pengencer darah (warfarin, aspirin dosis tinggi)

👉 Bekam harus dilakukan oleh terapis bersertifikat & lingkungan steril.


🕌 Sudut Pandang Islam

Bekam sangat dianjurkan dalam sunnah.

Hadis

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah.”
(HR. Bukhari no. 5696)

“Sesungguhnya pada hijamah terdapat kesembuhan.”
(HR. Muslim no. 1577)

Waktu yang dianjurkan menurut sebagian riwayat: tanggal 17, 19, 21 bulan hijriah (bukan wajib, tapi anjuran tradisi).


🧾 Kesimpulan

Bekam adalah terapi tradisional yang telah mendapat dukungan penelitian ilmiah modern. Manfaat utamanya meliputi:

  • Mengurangi nyeri
  • Meningkatkan sirkulasi & imun
  • Mengelola stres dan migren
  • Detox oksidatif dan perbaikan metabolik

Bekam aman dan bermanfaat jika dilakukan oleh ahli yang professional dan sesuai standar medis.