Memilih Pasangan yang Baik Menurut Alquran: Jalan Membentuk Rumah Tangga Sakinah

Pasangan Muslim/Unsplash

Dalam hidup setiap manusia, memilih pasangan merupakan salah satu keputusan terbesar dan paling menentukan arah masa depan. Ia bukan sekadar memilih sosok untuk dinikahi, tetapi memilih seseorang yang akan menemani perjalanan, membangun rumah, dan membentuk generasi. Dalam pandangan Islam, pernikahan bukan hanya urusan duniawi, tetapi ibadah, amanah, dan bagian dari penyempurna agama.

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan banyak pedoman tentang bagaimana memilih pasangan yang baik—pasangan yang dapat membawa pada ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum mawaddatan wa raḥmah
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapatkan ketenangan padanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang.”

Ayat itu menjadi pondasi penting: pernikahan ideal adalah ketika pasangan saling menenangkan, bukan saling melelahkan.

Kriteria Pasangan Ideal Menurut Al-Qur’an

1. Memiliki Keimanan dan Ketakwaan

Al-Qur’an menegaskan bahwa pasangan yang baik adalah yang beriman dan beramal shalih. Dalam Surah An-Nur ayat 26 disebutkan:

الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
Aṭ-ṭayyibātu liṭ-ṭayyibīn wa ṭ-ṭayyibūna liṭ-ṭayyibāt
“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.”

Ayat ini menegaskan bahwa kesetaraan spiritual menjadi kunci harmoni rumah tangga.

2. Berakhlak Mulia

Keimanan tanpa akhlak bagaikan rumah indah tanpa fondasi. Al-Qur’an menekankan pentingnya kelembutan dan kesabaran. Dalam Ali Imran ayat 159, Allah berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ
Fabi mā raḥmatin minallāhi linta lahum
“Maka berkat rahmat dari Allah engkau berlaku lembut terhadap mereka.”

Pasangan yang baik bukan sekadar baik di luar, tetapi yang tutur katanya menenangkan, bukan merendahkan; yang mampu menyejukkan, bukan meledakkan.

3. Memiliki Komitmen Menjaga Batasan Agama

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 187, suami istri dianalogikan sebagai pakaian:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ
Hunna libāsun lakum wa antum libāsun lahunna
“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”

Pakaian melindungi, menutupi, dan menghormati. Begitu juga pasangan yang taat pada syariat—menjaga hak dan martabat satu sama lain.

4. Saling Mengajak Pada Kebaikan

Pasangan sejati adalah yang menuntun menuju surga. Allah menyebut pernikahan sebagai kemitraan dakwah:
Dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Qū anfusakum wa ahlīkum nāran
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, tetapi medan perjuangan menuju keselamatan akhirat.

Kesalahan Umum dalam Memilih Pasangan

Banyak orang tergelincir karena hanya mengejar fisik, status, dan materi. Padahal Al-Qur’an mengingatkan bahwa kecantikan dan harta bersifat sementara. Surah Al-Qasas ayat 60:

وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
Wamā ‘indallāhi khairun wa abqā
“Apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal.”

Cinta yang dibangun di atas kesenangan sesaat menguap saat ujian datang, tetapi cinta atas dasar iman menguat justru karena ujian.

Bagaimana Al-Qur’an Menggambarkan Pernikahan Ideal?

Contoh Nabi Muhammad dan Khadijah

Keduanya saling menguatkan, menghargai, dan berjuang bersama. Bukan penuh drama, tetapi penuh kedewasaan.

Doa Para Mukmin

Doa dalam surah Al-Furqan ayat 74 adalah standar keluarga terbaik:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hablana min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.”

Bukan sekadar menikah,
tetapi membangun peradaban iman dalam rumah.

Penutup

Memilih pasangan bukan berburu sempurna, tetapi mencari teman perjalanan menuju kesempurnaan. Al-Qur’an mengajarkan bahwa pasangan terbaik bukan yang membuat kita selalu tertawa, tetapi yang membuat kita lebih dekat kepada Allah.

Jodoh terbaik bukan yang datang cepat, tetapi yang datang tepat—ketika hati siap, iman kuat, dan tujuan jelas.

Karena pernikahan bukan tentang menemukan orang yang sempurna, tetapi saling menyempurnakan dalam ketaatan kepada Allah.