Merasakan Langsung Jantung Pemerintahan, 500 Pelajar dan Mahasiswa Jelajahi Istana Negara

Siswa-siswi SMPN 4 dan SMPN 94 Jakarta Pusat mengikuti kegiatan Istana untuk Anak Sekolah pada Selasa, 19 Mei 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA, Generasi.co — Program “Istana untuk Anak Sekolah” kembali sukses digelar dan memberikan pengalaman sejarah yang tak terlupakan bagi ratusan pelajar dan mahasiswa pada Selasa (19/5/2026). Sedikitnya 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mendapat kesempatan langka untuk menembus dan melihat langsung ruang-ruang bersejarah di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Rombongan peserta kali ini terdiri dari:

  • 200 Mahasiswa gabungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Budi Luhur (UBL).
  • 300 Siswa dari SMPN 94 Jakarta dan SMPN 4 Jakarta.

Rute Bersejarah: Dari Aula Hoegeng hingga Istana Merdeka

Kegiatan edukatif ini dimulai sejak pagi hari. Para peserta terlebih dahulu dikumpulkan di Aula Hoegeng untuk mendapatkan pembekalan materi mengenai tata negara dan sistem pemerintahan.

Setelah itu, rombongan diajak bergerak menelusuri jantung pemerintahan Indonesia. Tak sekadar mendengarkan pemaparan, mereka diajak berkeliling melihat langsung Istana Merdeka, Kantor Presiden, hingga Istana Negara—ruang-ruang sakral tempat berbagai keputusan krusial bangsa ini diambil.

Ekspektasi Terlampaui, Inspirasi Tercipta

Bagi banyak peserta, menembus ring satu Istana Kepresidenan adalah pengalaman di luar dugaan. Abielle Darren, mahasiswa Kriminologi Universitas Budi Luhur (UBL), mengaku terkejut karena diperbolehkan masuk hingga ke dalam ruangan, bukan sekadar melihat dari luar pagar.

“Awalnya saya ekspektasi itu hanya di luarnya saja. Tetapi ternyata bisa masuk ke dalamnya juga. Yang biasa saya lihat di berita, akhirnya saya bisa lihat langsung. Cita-cita saya itu kalau gak menjadi kriminolog, menjadi politisi juga,” ungkap Abielle.

Dari sudut pandang akademis, Richwan, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi Sekolah Vokasi UGM, menilai kunjungan ini sangat relevan dengan keilmuannya.

“Kita belajar bagaimana Sekretariat Negara dan Istana merawat serta melestarikan cagar budaya yang ada di sini. Ini bentuk dari pengelolaan proses mendokumentasikan informasi negara,” tutur Richwan.

Hal senada diungkapkan mahasiswa UGM lainnya, Salsabilah Azzahra, yang berharap program ini terus dibuka untuk siswa SD hingga SMA agar lebih banyak generasi muda yang bisa mempelajari koleksi sejarah bangsa.

Siswa SMP: “Terima Kasih, Bapak Prabowo!”

Antusiasme paling membara justru datang dari para siswa SMP. Alzena, siswi SMPN 4 Jakarta, mengaku sangat emosional saat mendapat kesempatan berdiri dan berbicara di podium resmi Istana.

“Berbicara di depan banyak orang membuat saya sangat bersemangat dan terinspirasi untuk menjadi seorang pemimpin, terutama sebagai pemimpin bangsa,” kata Alzena bangga.

Sementara itu, sekelompok siswi dari SMPN 94 Jakarta—Gyenitra, Gyandra, dan Adalira—bahkan mengaku sudah bersiap sejak pukul 06.30 pagi dan rela berjalan kaki menuju lokasi demi mencocokkan video yang sering mereka tonton dengan wujud asli bangunan Istana Merdeka.

Menutup kunjungan bersejarah tersebut, keceriaan para siswa memuncak dengan penyampaian rasa syukur yang ditujukan langsung kepada Kepala Negara.

“Terima kasih ya Bapak Prabowo sudah undang kami semua untuk datang ke Istana Merdeka. Terima kasih, Bapak!” ucap mereka serempak.