Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia, khususnya jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk mencontoh etos kerja dan nasionalisme bangsa Jepang serta Korea Selatan.
Menurut Prabowo, kedua negara tersebut mampu menjelma menjadi kekuatan ekonomi dunia meski tidak memiliki kekayaan alam semelimpah Indonesia. Kuncinya, kata dia, terletak pada rasa cinta tanah air yang tinggi.
“Kita harus contoh Jepang, Korea, bangsa yang tidak punya sumber daya seperti kita, tapi kuat, nasionalismenya kuat,” ujar Prabowo saat meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/01).
Prabowo mengaku kagum dengan budaya disiplin di negara tersebut. Ia mencontohkan kebiasaan para pekerja di perusahaan Jepang dan Korea yang selalu berdiri tegak setiap kali lagu kebangsaan mereka diperdengarkan.
Warning Keras: Pemimpin Jangan Maling
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan peringatan keras kepada jajaran direksi dan komisaris Pertamina mengenai pentingnya keteladanan seorang pemimpin. Ia mengutip filosofi Jawa Ing Ngarso Sung Tulodo, yang berarti seorang pemimpin harus memberi contoh di depan.
Prabowo menegaskan bahwa moralitas pemimpin akan berpengaruh langsung terhadap kinerja bawahan.
“Karena kita mengerti sifat manusia, yang menentukan adalah para pemimpin. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat,” tegas Prabowo.
Oleh karena itu, ia menuntut agar semangat patriotik dan anti-korupsi tertanam kuat di level pimpinan paling atas BUMN energi tersebut.
“Semangat nasionalis, semangat patriotik, cinta tanah air ini yang harus mendorong semua jajaran Pertamina,” pungkasnya.










