Memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, harus ditingkatkan. Genangan air menjadi tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan secara lengkap dan terkoordinasi guna melindungi diri dan keluarga.
Berikut adalah panduan lengkap cara mencegah penyakit Malaria dan Demam Berdarah yang ditransmisikan oleh nyamuk, berdasarkan panduan kesehatan resmi.
Perbedaan Nyamuk dan Cara Penularan
Penting untuk diketahui bahwa DBD dan Malaria ditularkan oleh jenis nyamuk yang berbeda, sehingga metode pencegahannya pun sedikit berbeda dalam penekanan:
- DBD: Ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari dan berkembang biak di tempat penampungan air bersih yang tidak tertutup di sekitar rumah.
- Malaria: Ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini umumnya aktif menggigit pada malam hari dan berkembang biak di perairan alami seperti rawa, sawah, atau pinggiran sungai.
Strategi Pencegahan: 3M Plus dan Perlindungan Diri
Cara terbaik untuk mencegah kedua penyakit ini adalah dengan mengendalikan populasi nyamuk dan melindungi diri dari gigitannya.
1. Fokus Utama DBD: Gerakan 3M Plus
Kemenkes menekankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus:
- Menguras: Rutin menguras dan menyikat tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, atau ember, minimal seminggu sekali.
- Menutup: Menutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
- Mendaur Ulang/Mengubur: Mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti ban bekas, botol pecah, atau kaleng.
Tindakan “Plus” tambahan meliputi:
- Menggunakan bubuk abate (larvasida) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender atau sereh.
2. Fokus Utama Malaria: Perlindungan Personal
Di daerah endemik malaria, perlindungan diri dari gigitan nyamuk Anopheles di malam hari sangat krusial:
- Menggunakan Kelambu Berinsektisida: Tidur menggunakan kelambu, terutama yang sudah dilapisi insektisida, adalah salah satu cara paling efektif.
- Penyemprotan Rumah (Indoor Residual Spraying): Di daerah endemis, penyemprotan dinding bagian dalam rumah secara berkala dapat membunuh nyamuk yang hinggap.
- Obat Pencegah (Profilaksis): Bagi pendatang atau yang bepergian ke daerah endemis tinggi, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat pencegah malaria.
3. Perlindungan Universal (Berlaku untuk Keduanya)
Beberapa langkah efektif untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes dan Anopheles:
- Gunakan Repellent (Losion Anti-Nyamuk): Oleskan losion anti-nyamuk yang mengandung bahan aktif seperti DEET atau Picaridin ke area kulit yang terbuka. Ini aman digunakan, bahkan untuk anak-anak di atas usia dua bulan (dengan konsentrasi yang sesuai).
- Kenakan Pakaian Tertutup: Saat berada di luar ruangan, terutama saat fajar/senja (Aedes) dan malam hari (Anopheles), gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang.
- Pasang Kasa pada Jendela/Pintu: Pastikan rumah memiliki ventilasi yang dipasang kasa nyamuk untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Dengan menerapkan kombinasi langkah 3M Plus dan perlindungan diri yang konsisten, risiko terkena DBD dan Malaria selama musim penghujan dapat diminimalkan secara signifikan. Jaga kebersihan lingkungan Anda, lindungi keluarga Anda.









