Muzani: Kehadiran Negara dan Gotong Royong Jadi Fondasi Pemulihan Pascabencana di Aceh

Ketua MPR RI H.Ahmad Muzani/Ist.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa kehadiran negara dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Hal itu disampaikan Muzani saat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

MPR RI menyalurkan 5.000 paket bantuan berupa sembako dan obat-obatan ke tiga wilayah tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari total 15 ribu paket yang disalurkan ke tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Muzani mengatakan Aceh Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Dari hasil peninjauan lapangan, seluruh kecamatan di kabupaten tersebut terdampak bencana.

“Aceh Utara itu terdiri dari 27 kecamatan. Sebanyak 25 kecamatan terdampak parah dan dua kecamatan terdampak ringan. Artinya, seluruh kabupaten terdampak bencana,” ujar Muzani melalui keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025).

Ia menyebut lebih dari 100 ribu warga terpaksa mengungsi, namun sebagian besar belum tertampung di hunian sementara. Warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, sekolah, dan masjid yang berada di lokasi lebih tinggi.

“Kondisi mereka saat ini sangat memprihatinkan. Rumah hancur, lahan pertanian rusak, ternak musnah, bahkan ada anggota keluarga yang meninggal dan hilang. Secara psikologis mereka kehilangan semangat hidup,” ungkapnya.

Menurut Muzani, masyarakat berharap akses jalan desa hingga kabupaten segera dipulihkan agar aktivitas warga dan distribusi bantuan berjalan lancar. Menjelang Ramadan, warga juga berharap pemerintah segera membangun rumah singgah sementara.

“Karena itu, mereka berharap kepada pemerintah pusat untuk segera membangun rumah-rumah yang mereka tinggalkan atau yang hancur akibat bencana tersebut,” paparnya.

Selain pemulihan fisik, Muzani menekankan pentingnya pemulihan sektor pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah disebut telah menyalurkan school kit bagi anak-anak terdampak agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan.

“Mereka juga berharap sekolah-sekolah bisa segera diaktifkan kembali, karena pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti akibat bencana,” tutur Muzani.

Ia juga menyampaikan bahwa layanan kesehatan dan administrasi warga terdampak mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Tadi juga disampaikan, BPJS Kesehatan akan digratiskan bagi masyarakat terdampak, dan pelayanan kesehatan dipastikan tetap maksimal. Selain itu, BPN akan menggratiskan layanan sertifikasi tanah bagi warga yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Khusus untuk Aceh, bantuan MPR RI didistribusikan sebanyak 2.000 paket ke Aceh Utara, 2.000 paket ke Aceh Tamiang, dan 1.000 paket ke Aceh Timur. Setiap paket berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan penting, seperti susu, gula, kopi, mi instan, minyak goreng, biskuit, popok bayi, pembalut perempuan, minyak kayu putih, balsam, hingga obat-obatan.

“Bantuan ini memang masih sangat terbatas, tetapi yang paling penting adalah perhatian Presiden Prabowo yang begitu fokus untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat agar bisa kembali seperti sedia kala,” tegas Muzani.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, BNPB, Kementerian Sosial, relawan, lembaga sosial, hingga masyarakat yang menunjukkan kuatnya semangat gotong royong.

“Kami berbangga bahwa kegotongroyongan dan sifat penolong bangsa Indonesia tidak pernah pudar. Itulah kebanggaan kita, itulah yang kita miliki sebagai sebuah warisan yang harus kita pertahankan, yakni gotong royong,” tutup Muzani.

Dalam tinjauan ke Aceh, Muzani didampingi Wakil Ketua MPR Abcandra Akbar, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Kesehatan Benny Oktavianus, serta sejumlah anggota MPR lainnya.