Polda Jatim Akan Proses Hukum Kasus Ambruknya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo

Polda Jawa Timur (Jatim) menegaskan akan menindaklanjuti secara hukum ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, setelah seluruh proses evakuasi korban dan pembersihan reruntuhan selesai. Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (8/10/2025).

“Perlu saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini kita ketahui telah memberikan pernyataan dari Bapak Kapolda sendiri bahwa proses hukum akan kami lakukan,” ujar Jules.

Jules mengatakan proses penegakan hukum akan dilaksanakan secepatnya setelah tahapan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim rampung. “Percaya bahwa kami akan melakukan proses ini dengan sebaik-baiknya. Dan mudah-mudahan secepatnya kami akan melakukan proses penegakan hukum,” ujarnya.

Polda juga akan menelusuri penyebab dugaan kegagalan struktur bangunan yang berujung ambruk. Menurut Jules, evaluasi struktur diperlukan untuk menemukan akar masalah. “Evaluasi apakah adanya kegagalan struktur bangunan ini tentu harus dicari penyebabnya. Dan kami akan melangkah ke sana ya,” katanya.

Kejadian ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar. Operasi pencarian korban dan evakuasi dinyatakan selesai pada Selasa (7/10/2025).

Informasi dari lokasi menunjukkan proses evakuasi serta pembersihan reruntuhan telah diselesaikan tim terkait sebelum tahap identifikasi oleh DVI. Polda meminta dukungan publik dalam upaya penegakan hukum dan investigasi lebih lanjut guna memastikan akuntabilitas dan pencegahan kejadian serupa.

Insiden ini memicu perhatian luas karena korban merupakan santri yang sedang beribadah, sehingga penanganan hukum dan teknis terhadap penyebab struktur menjadi sorotan masyarakat dan otoritas setempat. Polda Jatim berjanji akan menuntaskan proses hukum sesuai temuan tim identifikasi dan pemeriksaan struktur.

Berdasarkan data Basarnas total rincian korban dalam insiden tersebut ialah 171 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 104 orang dinyatakan selamat. Sementara sisanya, yakni 67 orang (termasuk temuan 8 potongan tubuh) meninggal dunia.