Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah anggapan bahwa rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berkeliling ke 38 provinsi merupakan safari politik.
Wakil Ketua Umum PSI, Isyana Bagoes Oka, menegaskan agenda tersebut lebih ditujukan untuk memenuhi undangan masyarakat di berbagai daerah, termasuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan PSI.
“Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia,” kata Isyana di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Meski demikian, Isyana belum mengungkap kapan rangkaian kunjungan Jokowi ke berbagai daerah akan dimulai.
“Tunggu aja ya,” ujarnya.
Isyana juga enggan memberikan banyak komentar terkait kabar yang menyebut Jokowi akan bergabung dengan PSI dan menduduki jabatan Ketua Dewan Pembina partai tersebut.
“Kita tunggu saja siapnya,” kata dia.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dikabarkan akan melakukan kunjungan ke seluruh 38 provinsi di Indonesia.
Rangkaian kunjungan itu disebut akan dimulai dari Lampung pada akhir Juni 2026, sebelum berlanjut ke Nusa Tenggara Timur.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, sebelumnya menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan berdasarkan undangan masyarakat serta agenda silaturahmi Jokowi sebagai mantan presiden.
“Jadi gini, bahwa 38 provinsi ini akan dikunjungi oleh beliau yang berdasarkan undangan maupun ada program safari beliau sebagai mantan presiden ya, Presiden ke-7, menyambangi masyarakat ya kan. Gitu, jadi nanti 38 provinsi itu didatangi gitulah,” kata Bestari, Minggu (14/6/2026).
Menurut PSI, kunjungan tersebut merupakan bagian dari aktivitas Jokowi untuk menyapa masyarakat di berbagai daerah setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.










