Generasi.co, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan rencana pendidikan gratis mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi ditujukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.
“Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga,” kata Qodari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Qodari mengatakan kebijakan tersebut akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Pemerintah saat ini mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah melalui program revitalisasi sekolah dan pembagian Papan Interaktif Digital (PID).
Atas inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah juga memiliki berbagai jenis sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Program tersebut mencakup Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
Selain fasilitas pendidikan, pemerintah memperkuat kapasitas dan kesejahteraan guru. Menurut Qodari, kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pendidikan.
“Komitmen pendidikan gratis, revitalisasi sarana-prasarana, penguatan guru, Sekolah Rakyat, serta berbagai program afirmasi pendidikan merupakan satu langkah transformasi yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Qodari mengatakan penguatan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru sama pentingnya dengan pembangunan fasilitas pendidikan.
Hal itu, kata dia, sejalan dengan misi Presiden Prabowo yang menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing secara global.
Dia mengatakan transformasi pendidikan tersebut ditujukan agar latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.










