Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Istana Minta Kemendagri dan Kemensos Turun Tangan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi/Setneg

Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap peristiwa tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah memerintahkan jajaran pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (4/2).

Pelajaran Meningkatkan Kepedulian Sosial

Prasetyo menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial di berbagai tingkatan lingkungan.

“Mungkin juga kalau kemarin Bapak Presiden menggugah kita semua, berkenaan dengan masalah kebersihan, kerapian, dan sebagainya, maka dengan kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kita. Memang barangkali kita harus meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level tingkatan,” jelasnya.

Atas nama pemerintah, Prasetyo juga menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas kejadian yang menimpa bocah berusia 10 tahun tersebut.

“Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ucapnya.

Koordinasi dengan Mendagri dan Mensos

Sebagai tindak lanjut, pihak Istana telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Koordinasi ini dilakukan untuk memberikan penanganan bagi keluarga korban serta menyusun langkah pencegahan sistemik.

Terkait isu yang beredar bahwa motif bunuh diri disebabkan ketidakmampuan membeli buku dan pena, serta kabar keluarga korban tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos), Prasetyo meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi.

“Kalau berkenaan dengan masalah penyebab terjadinya tragedi tersebut, kami menyebutnya seperti itu, biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman,” tegasnya.

Latar Belakang Peristiwa

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh pada Kamis (29/1) pekan lalu.

Dugaan sementara menyebutkan korban nekat mengakhiri hidupnya karena merasa tertekan tidak mampu membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pena. Peristiwa ini memicu reaksi luas dan sorotan terhadap kondisi ekonomi serta pendidikan di daerah tersebut.