SMAN 1 Sambas Wakili Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Nasional

SMAN 1 Sambas resmi menjadi wakil Provinsi Kalimantan Barat pada ajang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat nasional usai meraih juara tingkat provinsi di Pontianak/MPR RI

Provinsi Kalimantan Barat akan diwakili oleh SMAN 1 Sambas pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta Agustus nanti. Kepastian tersebut diperoleh setelah SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara 1 final LCC Empat Pilar Tahun 2026 tingkat provinsi yang berlangsung di Kota Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Di final, SMAN 1 Sambas berhasil mengalahkan SMAN 1 Pontianak yang keluar sebagai juara ke-2 dan SMAN 1 Sanggau sebagai juara ke-3.

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat diikuti sembilan peserta dari 137 sekolah yang mengikuti seleksi tingkat kabupaten/kota. Kesembilan sekolah yang turut serta dalam LCC Empat Pilar MPR Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Barat itu adalah SMAN 1 Pontianak, SMAN 3 Singkawang, SMAN 1 Seponti, SMA Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Petrus Pontianak, SMAN 1 Sambas, SMAN 1 Sanggau, MAS Darussalam Sengkubang, dan MAN 1 Sintang.

HNW dan Agun Gunandjar Hadiri Pembukaan LCC Empat Pilar

Lomba dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., ditandai dengan pemukulan gendang. Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR, Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip., M.Si.; anggota Badan Pengkajian MPR, Alifudin; Gubernur Kalbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Yosafat Triadhi Andjioe, S.T., M.M., M.T.; dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Syarief Faisal Idahmawah Alkadri.

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR, Agun Gunandjar Sudarsa, yang menyampaikan sambutan pada acara pembukaan antara lain mengingatkan agar para pelajar memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak melakukan kegiatan yang hanya akan menimbulkan penyesalan. Apalagi banyak potensi yang bisa dikembangkan pada tiap-tiap individu.

“Di usia ini, kalian rentan terhadap pengaruh buruk. Terutama era digital yang bisa menjerumuskan. Oleh karena itu, teruslah belajar, karena pendidikan bukan semata hanya transfer ilmu, tapi juga sikap dan karakter,” kata Agun.

Menurut Agun, Empat Pilar adalah pondasi bagi rumah besar di tengah globalisasi. Karena keberagaman yang ada di Indonesia sangat banyak dan berpotensi menyebabkan perpecahan. Untuk itu, dibutuhkan pemersatu yang bisa mengubah berbagai perbedaan menjadi persatuan dan kekuatan bersama.

“Empat Pilar harus menjadi ruh bagi bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat Pancasila yang berfungsi sebagai landasan nilai yang menentukan arah moral dan nilai, UUD NRI Tahun 1945 sebagai kerangka hukum, NKRI ruang hidup yang harus dijaga, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semangat pemersatu dari keragaman yang ada,” ungkap Agun.

LCC Empat Pilar Jadi Sarana Penguatan Karakter Generasi Muda

Pada kesempatan itu, Kang Agun menantang generasi muda untuk tidak menjadikan jarak geografis sebagai masalah. Karena di era modern, yang menjadi kendala bagi generasi muda adalah nilai-nilai yang masuk dari luar. Karena itu, LCC Empat Pilar harus menjadi pilar yang melindungi generasi muda dari paparan nilai-nilai tidak baik dari luar.

“Karena itu, Empat Pilar tidak cukup hanya dihafal. Tetapi harus mengakar hingga ke dalam hati nurani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Agun menyampaikan selamat kepada siapa pun yang keluar sebagai pemenang. Ia meminta agar terus belajar dan berjuang, karena yang akan mereka wakili di ajang LCC tingkat nasional nanti bukan hanya sekolah, tetapi juga nama daerah.