Terima Penghargaan dari Mendes Yandri, Bank Mandiri Sukses Gerakkan Ekonomi Desa

Bank Mandiri/Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali mendapatkan pengakuan nasional atas konsistensinya dalam mendorong penguatan ekonomi desa. Bank pelat merah ini menyabet Piagam Penghargaan atas upaya integrasi pembiayaan, pendampingan usaha, dan pengembangan ekosistem keuangan yang berkelanjutan di tingkat desa.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, kepada manajemen Bank Mandiri pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

SVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Hendrianto Setiawan, menyatakan apresiasi ini merupakan bukti nyata kontribusi aktif perseroan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Penghargaan ini menjadi refleksi komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir di desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung, sekaligus mendorong desa sebagai sumber pertumbuhan baru melalui sinergi program, akses keuangan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” ujar Hendrianto dalam keterangan resminya, Selasa (20/01).

Jangkau Ribuan Keluarga Lewat Mandiri Sahabat Desa

Hendrianto menjelaskan, untuk memastikan dampak pemberdayaan berjalan terukur, bank dengan kode emiten BMRI ini mengimplementasikan inisiatif Mandiri Sahabat Desa. Program ini tercatat telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) penerima manfaat di ratusan desa.

Program ini mencakup pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dengan rincian penerima manfaat sebagai berikut:

  • 800 penerima manfaat pemberdayaan masyarakat desa.
  • 500 penerima manfaat program penanggulangan stunting.
  • 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal.
  • 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis & BUMDES

Dalam upaya memperkuat kelembagaan ekonomi desa, Bank Mandiri juga aktif berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA). Langkah ini diintegrasikan dengan program strategis nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta Program Makan Bergizi Gratis.

Hingga saat ini, capaian Bank Mandiri dalam sektor ini meliputi:

  • Membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES/BUMDESMA.
  • Mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
  • Menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis guna mendukung kelancaran transaksi dan keberlanjutan program.

Berdayakan 20 Ribu Pekerja Migran

Tak hanya di dalam negeri, kontribusi Bank Mandiri meluas melalui program Mandiri Sahabatku yang menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI yang tersebar di enam wilayah utama: Malaysia, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan kawasan Timur Tengah.

Fokus utama program ini adalah penguatan kewirausahaan agar PMI mampu menjadi penggerak ekonomi lokal saat kembali ke Tanah Air. Inisiatif ini makin diperkuat lewat skema Bapak Asuh PMI yang melibatkan 948 peserta.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi penguatan ekonomi desa melalui sinergi pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem usaha yang terintegrasi, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah,” lanjut Hendrianto.

Dorong UMKM Naik Kelas

Di sisi pengembangan usaha mikro, Bank Mandiri menggelar Mandiri UMKM Fest untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar. Ajang ini diikuti oleh 360 pelaku usaha dengan komposisi sektor yang sesuai potensi ekonomi desa:

  • 66 persen sektor fesyen (fashion).
  • 29 persen sektor makanan dan minuman (food and beverage).

Menutup keterangannya, Hendrianto memastikan Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan agar pembangunan desa berjalan konsisten.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi layanan dalam ekosistem finansial nasional guna mendorong akselerasi pembangunan desa yang efektif, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan,” pungkasnya.