Salat Subuh adalah salat fardu yang wajib dilaksanakan pada waktu pagi hari, terdiri dari dua rakaat. Waktunya dimulai sejak terbit fajar shadiq (cahaya putih di ufuk timur) hingga terbitnya matahari. Salat Subuh dikenal memiliki keutamaan besar dan menjadi penanda dimulainya aktivitas harian seorang Muslim.
Pelaksanaannya harus memenuhi rukun dan syarat sah, dengan kekhususan pada pembacaan Doa Qunut di rakaat terakhir (menurut mazhab Syafi’i).
1. Persiapan dan Niat (Rukun Pertama)
Pastikan semua syarat sah salat terpenuhi, seperti suci dari hadas dan najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
A. Niat (Bersamaan dengan Takbiratul Ihram)
Niat harus dilakukan dalam hati, dan sunah dilafalkan:
| Bahasa Arab | Transliterasi | Arti |
| أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى | Usholli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ. | “Aku niat salat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala.” |
B. Takbiratul Ihram (Rukun)
Mengangkat kedua tangan sejajar telinga/bahu sambil mengucapkan:
| Bahasa Arab | Transliterasi | Arti |
| ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ | Allahu Akbar | “Allah Maha Besar” |
2. Pelaksanaan Salat Subuh (2 Rakaat)
Rakaat Pertama
- Membaca Doa Iftitah (Sunah).
- Membaca Surah Al-Fatihah (Rukun).
- Membaca Surah/Ayat Al-Qur’an (Sunah, biasanya surah yang agak panjang).
- Rukuk (Rukun) – Membungkuk. Bacaan: “سبحان ربي العظيم وبحمده” (Subhaana Rabbiyal ‘Azhiimi wa bihamdih – 3x).
- I’tidal (Rukun) – Berdiri tegak. Bacaan: “سمع الله لمن حمده” (Sami’allaahu liman hamidah) dilanjutkan “ربنا لك الحمد…” (Robbanaaa lakal hamdu…).
- Sujud pertama dan kedua (diselingi Duduk Antara Dua Sujud).
- Berdiri untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah (Rukun).
- Membaca Surah/Ayat Al-Qur’an (Sunah).
- Rukuk (Rukun).
- I’tidal (Rukun): Pada posisi I’tidal ini, umat Muslim (khususnya mazhab Syafi’i) disunahkan membaca Doa Qunut.
Pembacaan Doa Qunut (Sunah Muakkad)
Doa Qunut dibaca saat I’tidal pada rakaat kedua:
| Bahasa Arab | Transliterasi | Keterangan |
| اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ1 | Allaahummah-dinii fiiman hadayta, wa ‘aafinî fîman ‘âfayta, wa tawallanî fîman tawallayta, wa bâriklî fîmâ a’thoyta, wa qinî syarro mâ qadhoyta, fa innaka taqdhi wa lâ yuqdho ‘alayka, wa innahû lâ yadzillu man wâlayta, tabârokta robbanâ wa ta’âlayta. | Doa ini dibaca sambil mengangkat kedua tangan. Jika salat berjamaah, imam membaca dengan lantang dan makmum mengamini. |
- Sujud pertama dan kedua.
- Duduk Tasyahud Akhir (Rukun):
Membaca Tasyahud Akhir Lengkap (Sampai innaka hamiidum majiid).
3. Penutup Salat (Salam)
Setelah Tasyahud Akhir, salat diakhiri dengan salam:
Salam (Rukun)
Menoleh ke kanan, mengucapkan:
| Bahasa Arab | Transliterasi | Arti |
| ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ | Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaah | “Semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah kepada kalian” |
- Diikuti dengan salam kedua ke kiri.










