Prabowo Puji Pembangunan Huntara Sumatra yang Sebulan Rampung

Presiden RI Prabowo Subianto/Setneg

Presiden Prabowo Subianto memuji percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Saat meninjau lokasi pembangunan di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Prabowo menyatakan puas karena huntara ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan sehingga warga tidak perlu lagi tinggal di tenda pengungsian.

“Saya gembira melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Targetnya selesai sekitar satu bulan, supaya bapak dan ibu semua tidak perlu lagi tinggal di tenda,” ujar Prabowo dalam video yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (18/12/2025).

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak berhenti pada pembangunan huntara. Setelah hunian sementara selesai, pemerintah akan segera melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau tidak lagi layak dihuni.

Ia juga memuji kualitas hunian tetap yang direncanakan akan dibangun dengan luas sekitar 70 meter persegi. Menurutnya, ukuran dan mutu bangunan tersebut dinilai memadai untuk menunjang kehidupan masyarakat pascabencana.

“Sesudah hunian sementara selesai, kita langsung bangun hunian tetap. Saya lihat kualitasnya cukup baik, dan luasnya juga lumayan, sekitar 70 meter persegi,” kata Prabowo.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melaporkan kesiapan pembangunan hunian tetap tahap awal bagi korban bencana. Ia menyebutkan sebanyak 2.600 unit rumah telah siap dibangun dengan pembiayaan non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (non-APBN).

“Awalnya 2.000 unit hunian tetap sudah siap dan dibiayai non-APBN. Tadi malam bertambah 500 unit, dan pagi ini bertambah 100 unit, sehingga total mencapai 2.600 unit,” ujar Maruarar.

Selain Sumatera Barat, pembangunan hunian bagi korban bencana juga akan dilakukan di Aceh dan Sumatera Utara. Pemerintah telah menyiapkan sekitar 30 titik lahan di tiga provinsi tersebut untuk mendukung percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.