Prabowo Siapkan Koperasi Nelayan dengan Cold Storage dan Pabrik Es

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan membentuk koperasi nelayan yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti gudang pendingin (cold storage), pabrik es, hingga kapal besar untuk meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Prabowo mengatakan koperasi nelayan akan menjadi bagian dari penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pelayanan ekonomi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

“Kita juga akan buka desa-desa dan koperasi-koperasi nelayan untuk pertama kali dalam sejarah. Nelayan-nelayan kita urus, mereka juga akan punya gudang pendingin supaya ikan mereka bertahan. Untuk pertama kali, mereka akan punya pabrik es supaya mereka melaut bawa es,” ujar Prabowo saat pidato pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

Selain fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, pemerintah juga akan menyediakan kapal-kapal berukuran besar yang dimiliki dan dikelola langsung oleh koperasi nelayan.

Prabowo menegaskan kapal tersebut tidak diberikan sebagai bantuan cuma-cuma, melainkan menggunakan skema pembiayaan yang dikembalikan secara bertahap melalui hasil usaha nelayan.

“Kita akan bagi kapal-kapal besar untuk tiap desa nelayan yang akan dikerjakan, yang akan dimiliki dan dikerjakan oleh koperasi-koperasi nelayan itu sendiri. Dan mereka bukan terima hadiah, mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Jadi uang di desa nelayan, uang di desa-desa ini, koperasi adalah uang pinjaman yang akan dibayar kembali,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, KDKMP akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu yang tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat desa, tetapi juga memperkuat sektor produksi, termasuk pertanian dan perikanan.

KDKMP nantinya akan memiliki berbagai fasilitas, seperti kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, serta infrastruktur logistik dan penyimpanan hasil produksi.

“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,” ujar Prabowo.

Pemerintah juga akan membangun gudang logistik dan cold storage untuk menjaga kualitas hasil pertanian sebelum dipasarkan.

“Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak, dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” katanya.

Prabowo juga memastikan seluruh barang bersubsidi nantinya akan disalurkan melalui KDKMP. Kebijakan tersebut dilakukan agar distribusi subsidi tepat sasaran dan tidak diperjualbelikan secara bebas.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan, supaya yang membutuhkan benar-benar menerima,” tegas Prabowo.