Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras di panggung global. Kali ini, Trump membidik negara-negara yang masih nekat menjalin hubungan bisnis dengan Iran dengan ancaman sanksi tarif impor yang mencekik.
Melalui pernyataan resminya di media sosial, Selasa (13/01), Trump menegaskan akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Teheran. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bersifat mutlak.
“Berlaku segera, negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen atas setiap dan seluruh kegiatan bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” tulis Trump melalui akun @realDonaldTrump.
Perintah Final dan Mengikat
Trump memastikan tidak ada pengecualian dalam aturan baru ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya Washington untuk memutus total urat nadi ekonomi Iran dari dunia internasional.
“Perintah ini bersifat final dan mengikat,” tegas Trump.
Soroti Gejolak Demonstrasi
Tekanan ekonomi ini diluncurkan Trump di tengah situasi domestik Iran yang kian memanas. Sejak akhir 2025, gelombang demonstrasi besar melanda berbagai kota di Iran, dipicu oleh krisis ekonomi parah dan anjloknya nilai tukar mata uang Rial.
Sebelum mengumumkan sanksi tarif, Trump juga sempat melontarkan peringatan keras terkait penanganan demonstran. Ia mengancam tidak akan segan melancarkan serangan militer jika rezim Iran melakukan kekerasan terhadap warganya sendiri.
“Iran sedang dalam masalah besar. Tampaknya rakyat Iran sedang merebut beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak ada yang menyangka hal itu mungkin terjadi,” ujar Trump, Jumat (09/01).










