Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mewanti-wanti para pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bekerja maksimal usai rencana pengangkatan mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK.
Dasco mengaku baru mengetahui detail rencana Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut dari hasil rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (20/01).
“Tentunya komisi teknis yang dimaksud itu juga sudah menyusun dalam tahapan menyusun rekomendasi untuk perekrutan pegawai… Agar kemudian di sisi pemenuhan persyaratan dan kriteria di lapangan itu bisa memenuhi. Dan dapat kemudian yang direkrut itu bisa bekerja dengan baik,” ujar Dasco di Gedung DPR, Senayan, Rabu (21/01).
Kriteria Ketat Pegawai Negara
Politisi Gerindra ini menekankan bahwa karena status mereka nantinya adalah pegawai yang direkrut negara, maka standar kinerja dan pemenuhan persyaratan di lapangan harus menjadi prioritas utama.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan bahwa pegawai inti SPPG yang telah beroperasi lama akan diangkat menjadi PPPK per 1 Februari 2026.
Dadan merinci tiga posisi inti yang berhak mendapatkan status tersebut, yakni:
- Kepala SPPG.
- Ahli Gizi.
- Akuntan.
“Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari,” jelas Dadan, Senin (19/01).
Sementara itu, bagi pegawai inti yang baru bergabung, pengangkatan tidak dilakukan secara otomatis melainkan harus melalui tes susulan. Dadan juga menegaskan bahwa posisi di luar tiga pegawai inti, seperti relawan, tidak termasuk dalam skema pengangkatan ini karena status mereka sebagai mitra.










