Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah upaya konkret untuk mengawal kemerdekaan Palestina.
Sugiono menyebut partisipasi RI dalam forum yang diperkenalkan di Davos tersebut merupakan wujud langkah strategis dan konstruktif untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Gaza.
“Partisipasi Indonesia seperti kita ketahui bersama di Board of Peace ini, merupakan wujud dari langkah strategis konstruktif dan juga konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina dan juga dalam waktu yang dekat ini menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Jumat (23/01).
Awasi Pemerintahan Transisi
Sugiono menjelaskan peran krusial Dewan Perdamaian. Badan ini akan berfungsi mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza yang akan dilakukan secara bertahap.
Selain itu, dewan ini bertugas mengawal jalannya pemerintahan transisi di Palestina.
“Board of Peace adalah satu badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat yang akan melakukan fungsi-fungsi administrasi di Gaza,” jelasnya.
Buka Jalur Rafah dan Pasukan Stabilisasi
Dalam waktu dekat, Sugiono memastikan perbatasan Rafah akan segera dibuka kembali untuk jalur bantuan kemanusiaan.
Tak hanya itu, ke depannya akan dibentuk International Stabilization Force atau pasukan stabilisasi internasional guna menjaga perdamaian di kawasan tersebut.
Sugiono menekankan bahwa segala upaya ini bermuara pada satu tujuan akhir diplomasi Indonesia: solusi dua negara.
“Sekali lagi bagi kita solusi dua negara yang real itu harus terjadi kemerdekaan Palestina, serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan,” tegasnya.
Adapun perkenalan Dewan Perdamaian ini berlangsung dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/01). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Donald Trump dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.










