Mensesneg Soroti 16 Titik Banjir di Jalur Kereta Utara Jawa: Ini Mengganggu Layanan

Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: BPMI Setneg)
Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: BPMI Setneg)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah tengah mematangkan pembentukan tim khusus untuk menangani banjir di Pulau Jawa secara terintegrasi. Rencananya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan ditunjuk untuk memimpin tim tersebut.

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat melalui pertemuan-pertemuan informal untuk menyusun strategi penanganan. Ia menegaskan, langkah ini tidak dimulai dari nol karena berbagai kementerian teknis sudah memiliki desain penanganan.

“Secara informal pertemuan-pertemuan sudah. Jadi minggu malam juga kami sudah ada pertemuan awal… Karena ternyata juga di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik, dari hulu ke hilir,” kata Prasetyo usai rapat bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1).

Soroti 16 Titik Rawan di Jalur Kereta

Salah satu fokus utama tim ini adalah memitigasi dampak cuaca ekstrem terhadap layanan publik. Prasetyo secara spesifik menyoroti gangguan operasional kereta api akibat banjir yang kerap berulang.

Ia memaparkan data adanya 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Jawa yang selalu bermasalah saat curah hujan tinggi.

“Ada 16 titik di utara Jawa jalur kereta api yang setiap curah hujan tinggi dia akan tergenang dan mengganggu layanan masyarakat kita yang menggunakan transportasi kereta api. Jadi pengennya ini bisa terintegralistik gitu,” jelasnya.

Refleksi Longsor Cisarua

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir,” ujar Prasetyo.

Terkait struktur tim penanganan banjir, Prasetyo menyebut penetapan ketua tim secara resmi belum dilakukan, namun arahnya sudah jelas.

“Belum (ditetapkan). Nanti rencananya Bappenas,” tuturnya.