Krisis Global Mengintai, Ketua MPR Ahmad Muzani Ingatkan Empat Pilar di IMK Singaraja Sekaligus Janji Kawal Anggaran Rp52 M

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani/Ist.

SINGARAJA, Generasi.co — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengingatkan generasi muda untuk memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan di tengah situasi global yang kian tidak menentu. Dinamika politik dan konflik internasional saat ini dinilai tidak lagi menjadi isu berjarak, melainkan sudah berdampak langsung pada stabilitas ekonomi domestik dan isi dompet masyarakat.

Pesan kebangsaan tersebut disampaikan Muzani saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Buleleng, Bali, Jumat (15/5/2026). Di hadapan ratusan mahasiswa, politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa ketahanan ideologi adalah modal utama menuju gerbang Indonesia Emas 2045.

Fondasi Hadapi Dampak Ekonomi Konflik Dunia

Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan di atas kertas, melainkan perisai nyata dalam menjaga persatuan saat dunia diguncang krisis. Tantangan mahasiswa hari ini tidak lagi sebatas persaingan indeks prestasi atau mencari kerja, melainkan bertahan di tengah efek domino geopolitik global.

  • Dampak Riil: Konflik internasional memicu fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat lokal.
  • Solusi Pemuda: Mahasiswa dituntut memiliki keterampilan praktis, inovasi, dan sikap mandiri agar tidak tergilas zaman.

“19 tahun lagi Indonesia berusia 100 tahun. Mahasiswa hari ini, nanti yang menjadi pemimpin bangsa. Karena itu mereka harus memahami dasar negara, budaya bangsa, dan empat pilar kebangsaan,” ujar Muzani memotivasi.

Muzani juga memuji karakter pemuda di Bali yang dinilainya memiliki modal kebudayaan yang kuat. Menurutnya, masyarakat Bali, termasuk mahasiswanya, sudah teruji sebagai sdm yang kreatif, terampil, dan sangat adaptif terhadap perubahan.

Siap Pasang Badan Perjuangkan Anggaran Kampus Rp52 Miliar

Selain membakar semangat nasionalisme mahasiswa, kunjungan Ketua MPR RI ke Bali Utara ini membawa angin segar bagi iklim pendidikan di bumi Panji Sakti. Muzani menyatakan komitmennya untuk membantu memperjuangkan anggaran pembangunan infrastruktur IMK Singaraja yang masih kekurangan dana sekitar Rp52 miliar.

Langkah ini diambil Muzani setelah mendengar langsung pemaparan dari Rektor IMK Singaraja, Prof. Dr. I Gede Suwindia, mengenai mandeknya proyek gedung pascasarjana.

Meskipun pembangunan tahap kedua berupa basement dan struktur lantai satu telah rampung, keterbatasan anggaran membuat penyelesaian keseluruhan gedung tidak dapat dilanjutkan tahun ini.

  • “Saya akan sampaikan langsung kepada Menteri Agama agar kebutuhan anggaran sebesar Rp52 miliar ini bisa dipenuhi,” tegas Muzani disambut tepuk tangan civitas akademika.
  • Rektor IMK Singaraja, Prof. Gede Suwindia, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat Ketua MPR. “Kami berharap pembangunan kampus ini bisa terus berlanjut demi peningkatan mutu akademik,” harapnya.

Dihadiri Lintas Elemen Bali Utara

Kuliah umum kebangsaan ini berlangsung dinamis dan dihadiri oleh berbagai elemen strategis regional, di antaranya:

  • Tokoh Agama dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng.
  • Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
  • Aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Aliansi BEM Bali Utara.
  • Jajaran pejabat daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng.