Meksiko, Generasi.co — Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, alias “El Mencho”, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), memicu rentetan kekerasan berskala besar di penjuru Meksiko. Dilansir melalui Euronews, tewasnya bos kartel narkoba paling dicari ini direspons dengan amukan brutal dan teror mematikan oleh para anggota sindikatnya.
Kematian El Mencho menjadi tangkapan terbesar bagi pemerintah Meksiko, sekaligus pembuktian kepada Washington dalam upaya pemberantasan kartel narkoba. Berikut adalah kronologi lengkap penyergapan hingga meledaknya kekacauan di Meksiko:
Minggu: Operasi Penyergapan Berdarah di Tapalpa
Akhir pelarian El Mencho bermula dari sebuah operasi militer tingkat tinggi.
- Penyergapan Sengit: Pasukan keamanan Meksiko menggerebek sebuah lokasi di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan darat ke arah barat daya Guadalajara.
- Baku Tembak: Saat operasi berlangsung, pasukan militer mendapat tembakan balasan. Empat orang tewas di lokasi kejadian, sementara tiga aparat angkatan bersenjata mengalami luka-luka.
- Kematian Sang Bos: El Mencho, bersama dua orang lainnya, terluka parah dalam baku tembak tersebut. Kementerian Pertahanan Meksiko mengonfirmasi bahwa Oseguera Cervantes akhirnya tewas saat diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapatkan penanganan medis.
- Penyitaan Aset: Aparat berhasil menangkap dua tersangka lainnya serta menyita kendaraan lapis baja, peluncur roket, dan berbagai persenjataan berat.
- Bantuan Intelijen AS: Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa pemerintah Amerika Serikat turut memberikan dukungan intelijen dalam operasi ini. Ia menyebut El Mencho sebagai target utama karena perannya sebagai salah satu penyelundup fentanyl terbesar ke AS.
Minggu Malam: Serangan Balasan dan Gelombang Teror CJNG
Kabar tewasnya sang pemimpin langsung direspons dengan gelombang serangan balasan yang terkoordinasi oleh anggota CJNG.
- Blokade Massal: Mobil-mobil dibakar oleh anggota kartel untuk memblokir jalan di lebih dari 250 titik yang tersebar di 20 negara bagian Meksiko, membuat asap hitam pekat mengepul ke udara.
- Kota Mati: Ibu kota Jalisco, Guadalajara, berubah seketika menjadi “kota hantu” pada Minggu malam. Warga sipil mengunci diri di dalam rumah, sementara warga negara AS diimbau untuk berlindung di tempat aman (shelter in place).
- Kepanikan Publik: Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan massa di bandara ibu kota negara bagian tersebut. Asap juga terlihat mengepul di atas kota wisata Puerto Vallarta.
Senin: Korban Jiwa Jatuh dan Kelumpuhan Fasilitas Publik
Dampak dari operasi dan serangan balasan tersebut melumpuhkan aktivitas publik hingga keesokan harinya.
- Aktivitas Lumpuh: Sekolah-sekolah di beberapa negara bagian terpaksa diliburkan. Sejumlah maskapai penerbangan domestik dan internasional juga membatalkan jadwal penerbangan mereka.
- Korban Tewas: Otoritas di Jalisco, Michoacan, dan Guanajuato melaporkan setidaknya 14 orang tewas akibat rentetan kekerasan ini, di mana tujuh di antaranya merupakan anggota pasukan Garda Nasional.
Jejak Hitam ‘El Mencho’ dan Tekanan Politik Internasional
Pria berusia 59 tahun asal Aguililla, Michoacan ini memiliki rekam jejak kriminal yang panjang. Sempat dipenjara di AS pada 1994 terkait kasus heroin, ia kembali ke Meksiko dan mendirikan CJNG sekitar tahun 2007 usai pecah kongsi dengan Kartel Sinaloa.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya telah menawarkan hadiah hingga $15 juta untuk penangkapannya. Badan Penegak Hukum Narkoba AS (DEA) bahkan menyejajarkan kekuatan CJNG dengan Kartel Sinaloa, menjadikannya pemasok utama kokain, fentanyl, dan metamfetamin ke pasar AS. Pada Februari 2025 lalu, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing.
Kematian El Mencho menempatkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dalam posisi yang dilematis. Meski ia selama ini mengkritik strategi penargetan “bos besar” (kingpin strategy) karena kerap memicu faksi kartel untuk memicu kekerasan baru, Sheinbaum berada di bawah tekanan kuat dari Washington untuk segera menunjukkan hasil nyata dalam perang melawan narkoba.










