Resmikan Ekspor Manggis Subang ke Pasar Global, Menkop Ferry Juliantono Soroti Kolaborasi dan Teknologi Drone Lokal

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono /IG

SUBANG, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam mengangkat derajat dan kesejahteraan petani lokal melalui penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi. Hal ini dibuktikannya saat meresmikan pelepasan ekspor komoditas manggis dari Koperasi Produsen Upland Subang Farm menuju pasar internasional.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya baru-baru ini, Ferry membagikan antusiasmenya saat meninjau langsung kualitas manggis hasil panen petani Subang yang siap dikirim ke China dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Dalam kunjungannya, Menkop menyoroti kemampuan petani dan koperasi yang kini semakin adaptif dalam memenuhi spesifikasi pasar global yang beragam.

“Setiap pasar punya standar berbeda. Ada yang mensyaratkan ukuran lebih besar dengan tangkai, ada pula yang meminta ukuran lebih kecil,” ungkap Ferry, mengapresiasi kejelian koperasi dalam memilah produk sesuai permintaan negara tujuan.

Buah Manis Kolaborasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Ferry menekankan bahwa keberhasilan Koperasi Produsen Upland Subang Farm menembus pasar ekspor bukanlah pencapaian instansi tunggal. Keberhasilan ini merupakan representasi nyata dari sinergi lintas sektor yang berjalan efektif.

“Ini adalah bukti kerja kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, dan pemerintah daerah. Kolaborasi seperti inilah yang mampu mengangkat derajat petani,” tegas Menkop.

Ferry pun menaruh optimisme tinggi bahwa keberhasilan ini akan menjadi pintu pembuka bagi komoditas unggulan daerah lainnya. “Hari ini manggis, dan ke depan juga komoditas lain seperti nanas hingga menembus pasar dunia,” tambahnya.

Integrasi Teknologi Pertanian Karya Anak Bangsa

Selain merayakan kesuksesan ekspor, kunjungan tersebut juga memamerkan kemajuan modernisasi di sektor pertanian. Ferry mengaku terkesan saat menyaksikan langsung demonstrasi pemanfaatan pesawat nirawak atau drone produksi dalam negeri oleh para petani setempat.

Teknologi drone tersebut tidak hanya digunakan untuk pemantauan biasa, melainkan telah terintegrasi untuk berbagai kebutuhan agrikultur tingkat lanjut, mulai dari proses penyiraman, pemupukan, hingga pemotretan pemetaan geospasial lahan.

“Teknologi lokal yang bagus dan berguna untuk mendukung produktivitas pertanian,” pungkas Ferry, memberikan apresiasi penuh terhadap inovasi yang terbukti mampu mengefisienkan kerja para petani sekaligus menjaga standar kualitas hasil panen untuk pasar dunia.