JAKARTA, Generasi.co — Bara api di Timur Tengah kini tidak hanya menghanguskan zona militer, tetapi mulai menyasar urat nadi ekonomi sipil dan fasilitas kemanusiaan. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW), melontarkan kecaman keras atas rentetan serangan yang menghantam kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi, produksi LNG di Qatar, hingga objek sipil seperti sekolah perempuan di Minab dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran, Iran.
HNW menilai, eskalasi ini bukan sekadar perang terbuka biasa, melainkan ada indikasi kuat penggunaan operasi false flag (bendera palsu) yang dirancang untuk mengadu domba sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Negara-negara Teluk harus waspada dan jangan mau menjadi korban adu domba. Ada dugaan kuat operasi false flag oleh pihak tertentu yang ingin menyeret negara-negara Teluk ke perang terbuka melawan Iran, atau setidaknya memecah belah solidaritas OKI,” tegas HNW dalam siaran persnya, Rabu (4/3/2026).
Skenario ‘Israel Raya’ di Balik Kekacauan
Politisi senior PAN ini memperingatkan bahwa perpecahan di antara negara-negara Muslim adalah “karpet merah” bagi ambisi kolonialisme Israel. Menurut HNW, jika negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Iran saling serang, maka perhatian dunia terhadap genosida di Gaza akan teralihkan, dan jalan menuju berdirinya “Israel Raya” (Greater Israel) akan semakin terbuka.
Mimpi ekspansi ini, menurut HNW, sangat berbahaya karena mengancam kedaulatan banyak negara OKI, termasuk Mesir, Irak, Turki, Suriah, Yordania, hingga Lebanon.
Daftar Target Sipil & Ekonomi yang Dihantam (Maret 2026)
| Lokasi | Objek Serangan | Dampak Strategis |
| Arab Saudi | Kilang Minyak Ras Tanura (Aramco) | Penghentian produksi minyak global |
| Qatar | Fasilitas Produksi LNG (Qatar Energy) | Krisis pasokan gas dunia |
| Minab, Iran | Sekolah Khusus Perempuan | Pelanggaran HAM & Teror Sipil |
| Teheran, Iran | Rumah Sakit Gandhi | Krisis kemanusiaan & medis |
Narasi False Flag dan Keterlibatan Mossad
HNW mengutip pernyataan aktivis konservatif AS, Tucker Carlson, yang menyebut adanya dugaan keterlibatan agen Mossad Israel dalam menanam bom di Arab Saudi dan Qatar melalui operasi bendera palsu. Meskipun Qatar melaporkan telah menangkap kelompok yang mengaku pro-Garda Revolusi Iran, HNW meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang dapat memicu perang saudara antar-umat Islam.
“Penyerangan terhadap target nonmiliter jelas pelanggaran hukum internasional dan tidak dibenarkan dalam Islam. Siapa pun pelakunya, tujuannya adalah memperluas penjajahan dan mengubur mimpi kemerdekaan Palestina yang sudah diakui 153 negara,” tambahnya.
Desakan KTT Luar Biasa OKI
Sebagai solusi konkret, HNW mendesak Sekretariat Jenderal OKI untuk segera menyelenggarakan KTT Luar Biasa tingkat Kepala Negara. Langkah ini krusial untuk:
- Menahan diri dari aksi saling serang antar-anggota OKI.
- Mengambil tindakan tegas terhadap aktor di balik serangan objek vital ekonomi.
- Mengembalikan fokus internasional pada penyelamatan Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina.
“Jangan sampai makar atau konspirasi ini berhasil. Sebaliknya, ini harus menjadi momentum bagi negara-negara OKI untuk saling menguatkan, bukan malah saling melemahkan dan membiarkan Israel memperluas tanah jajahannya,” pungkas HNW.










