JAKARTA, Generasi.co — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan mesin utama penguat struktur pendanaan perusahaan. Melalui program BRIVolution Reignite, BRI berhasil memperkuat basis dana murah (Current Account Saving Account/CASA) dengan mengandalkan ekosistem pembayaran yang kian inklusif.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa fokus perseroan saat ini adalah menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) serta stabilitas likuiditas melalui optimalisasi layanan digital dari segmen ritel hingga korporasi.
“BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan. Capaian ini menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital,” ujar Hery dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).
SuperApp BRImo: Magnet Dana Murah Ritel
Di segmen ritel, performa SuperApp BRImo menjadi bintang utama. Hingga Desember 2025, aplikasi ini telah digunakan oleh 45,9 juta pengguna, melonjak 18,9% secara tahunan. Aktivitas transaksi di dalamnya pun sangat masif, mencapai nilai fantastis sebesar Rp 7.076,9 triliun.
Pertumbuhan transaksi melalui BRImo dan jaringan AgenBRILink secara otomatis mendorong rasio CASA tetap tinggi. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya dana (cost of fund) BRI menjadi 2,9%, membaik dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di angka 3,1%.
Rapor Hijau Kinerja Digital BRI (Data Desember 2025)
| Indikator Kinerja | Pencapaian | Pertumbuhan (YoY) |
| Nilai Transaksi BRImo | Rp 7.076,9 Triliun | +26,4% |
| Sales Volume Qlola | Rp 13.456 Triliun | +36,2% |
| Nilai Transaksi QRIS | Rp 85,6 Triliun | +100% |
| Volume Penjualan Merchant | Rp 223,2 Triliun | +48,1% |
Qlola: Jagoan Baru di Sektor Bisnis dan Korporasi
Tak hanya kuat di segmen ritel, BRI juga agresif menggarap segmen menengah hingga korporasi melalui platform Qlola. Layanan transaction banking yang menyediakan cash management secara end-to-end ini mencatatkan kenaikan pengguna aktif sebesar 48,1%.
Sinergi Qlola dengan peningkatan penetrasi pada klaster bisnis berhasil membukukan sales volume sebesar Rp 13.456 triliun, memperkuat posisi BRI sebagai pemain utama dalam transaksi bisnis nasional.
QRIS BRI Melejit 100 Persen
Salah satu lompatan paling fenomenal terlihat pada transaksi menggunakan QRIS BRI. Nilai transaksinya meroket 100% menjadi Rp 85,6 triliun dengan total lebih dari 782 juta transaksi. Tingginya akseptasi pembayaran di tingkat merchant ini menunjukkan bahwa ekosistem digital BRI kini telah merambah hingga ke pelaku usaha mikro di seluruh pelosok Indonesia.
Dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 1.467 triliun dan rasio CASA di angka 70,6%, BRI kini memiliki fondasi likuiditas yang sangat stabil untuk menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.










