Menlu Sugiono: Maung Garuda Limousine Presiden Prabowo di KTT ASEAN Tuai Respons Positif Negara Sahabat

Menteri Luar Negeri Sugiono /Presiden RI

Jakarta, Generasi.co — Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan kendaraan dinas kenegaraan produksi dalam negeri, Maung MV3 Garuda Limousine, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, sukses memantik decak kagum. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengungkapkan bahwa langkah tersebut mendapat respons yang sangat positif dari berbagai delegasi asing.

Menurut Sugiono, momen tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi kemampuan industri pertahanan Indonesia, tetapi juga membangkitkan kebanggaan nasional di forum internasional.

Kebanggaan Produksi Bangsa Sendiri

Dalam keterangannya pada Senin (11/5/2026), Menlu Sugiono menyebutkan bahwa banyak rekan sejawatnya dari negara lain yang memberikan apresiasi atas kehadiran Maung Garuda di panggung KTT ASEAN.

“Ini satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu membuat suatu produksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Bapak Presiden. Pesan beliau untuk membawa mobil itu ke sana mendapat respons positif dari rekan-rekan sejawat saya. Ini kebanggaan bangsa bahwa kita bisa hadir dalam forum internasional dengan peralatan produksi bangsa kita sendiri,” jelas Sugiono.

Diterbangkan Langsung dengan Airbus A400M

Kehadiran Maung MV3 Garuda Limousine di Filipina memecah kebiasaan lama. Bukannya menggunakan kendaraan kenegaraan asing atau yang disediakan tuan rumah, mobil karya PT Pindad ini diterbangkan langsung dari Indonesia.

Beberapa fakta logistik dan teknis di balik kehadiran Maung di Cebu:

  • Logistik Angkut: Dibawa masuk ke dalam lambung pesawat angkut militer strategis Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara.
  • Tiba Lebih Awal: Kendaraan ini telah mendarat di Cebu pada Senin (4/5/2026) untuk memastikan kesiapan pengamanan sebelum Presiden tiba.
  • Spesifikasi VVIP: Dibangun dari platform MV3 yang dirancang khusus dengan standar keamanan, kenyamanan, dan performa tinggi khas kendaraan resmi Kepala Negara.

Simbol Kemandirian dan Diplomasi

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, turut menegaskan bahwa mobilitas Presiden Prabowo dengan Maung di luar negeri memiliki makna filosofis dan strategis yang kuat.

“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” tegas Teddy.

Perjalanan Maung menuju Cebu membuktikan kesiapan logistik negara, sekaligus menjadi penanda bahwa karya putra-putri bangsa mampu berdiri tegak dan setara di kancah Asia Tenggara.