Kebumen, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Melalui pernyataan resminya, Sudaryono mengungkapkan rasa takjub sekaligus bangga atas pencapaian luar biasa yang berhasil ditorehkan oleh infrastruktur ketahanan pangan tersebut.
Setelah genap satu tahun beroperasi, BUBK Kebumen membuktikan diri mampu mencetak produktivitas komoditas udang dengan standar kualitas internasional.
Capaian Fantastis Berstandar Dunia
Sudaryono menjelaskan, volume hasil panen yang didapatkan dari kawasan tambak ini sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Pengelolaan yang modern dan tersistematisasi dengan baik membuat BUBK Kebumen berhasil menyamai standar budidaya papan atas global.
“Berdiri di tepi tambak, mendengar penjelasan Presiden Prabowo. Setahun beroperasi, Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen ini panen raya. Capaiannya tidak main-main. Standar dunia. Satu hektar bisa tembus 40 ton,” ujar Sudaryono bangga.
Tingginya angka produktivitas ini diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi pengembangan kawasan budidaya serupa di berbagai wilayah pesisir Indonesia lainnya.
Dampak Sosial dan Target Ekspansi 2.000 Hektar
Keberhasilan BUBK Kebumen terbukti tidak hanya berputar pada angka statistik produksi, melainkan memberikan dampak instan pada perputaran ekonomi masyarakat lokal. Ratusan warga sekitar yang sebelumnya tidak memiliki mata pencaharian tetap, kini telah terserap menjadi tenaga kerja harian di area tambak tersebut.
Melihat dampak positif yang begitu masif, pemerintah langsung tancap gas merencanakan proyek keberlanjutan yang jauh lebih besar.
Berikut adalah poin-poin rencana strategis pengembangan tambak udang ke depan:
- Perluasan Lahan: Pemerintah bersiap membuka lahan tambak baru hingga mencapai 2.000 hektar.
- Fokus Wilayah: Ekspansi kawasan ini akan dipusatkan di sepanjang pesisir selatan.
- Multiplier Effect: Peningkatan kuantitas panen ditargetkan berjalan selaras dengan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan warga sekitar secara jangka panjang.
Mengoptimalkan Potensi Laut demi Kemandirian Bangsa
Di akhir penjelasannya, Sudaryono mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menaruh perhatian serius pada sektor kelautan Indonesia. Dengan garis pantai yang sangat panjang, potensi laut tanah air dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Potensi laut kita melimpah. Mari kelola sungguh-sungguh demi kemandirian bangsa. Kesejahteraan itu dekat, bisa kita mulai lewat pinggiran kolam tambak,” pungkasnya optimis.










