Jakarta, Generasi.co — Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk memperluas penetrasi ekonomi syariah di sektor riil. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) guna memperkuat pembiayaan produktif bagi koperasi dan UMKM halal di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry melalui akun Instagram resminya, menyusul dibukanya agenda Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang mengangkat tema “Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia”, Minggu (24/5/2026).
Menurut Ferry, masa depan ekonomi syariah tanah air tidak bisa lagi hanya bergantung pada sektor keuangan, melainkan harus ditopang oleh kolaborasi inklusif yang menyentuh para pelaku usaha di akar rumput.
“Ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi yang inklusif dari seluruh pihak. Karena itu, Kementerian Koperasi siap bersinergi bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembiayaan produktif bagi koperasi dan UMKM halal,” ujar Ferry Juliantono.
Tiga Strategi Utama Akselerasi Ekonomi Syariah
Dalam cetak biru penguatan ekosistem tersebut, Menkop Ferry menggarisbawahi tiga langkah strategis yang akan diakselerasi oleh Kementerian Koperasi:
- Pembiayaan Produktif: Membuka keran akses permodalan yang lebih luas bagi koperasi dan pelaku UMKM yang bergerak di sektor industri halal.
- Koperasi Produksi di Daerah: Mendorong lahirnya koperasi-koperasi produksi berbasis industri halal di berbagai daerah demi memperkuat hilirisasi produk lokal.
- Modernisasi dan Digitalisasi: Mengembangkan model bisnis koperasi modern berbasis digital agar mampu bersaing di kancah internasional tanpa keluar dari koridor kepatuhan prinsip syariah.
Orkestrasi Tokoh Nasional dan Pakar Syariah
Forum SELF 2026 ini menjadi wadah penting yang mempertemukan para pembuat kebijakan, kepala daerah, akademisi, hingga pakar industri halal untuk menyatukan visi pembangunan ekonomi berbasis syariah.
Sejumlah tokoh penting nasional terpantau hadir dalam forum strategis ini, di antaranya:
- Amalia Adininggar Widyasanti (Kepala Badan Pusat Statistik)
- Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur)
- Sholahuddin Al Ayubi (Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah/KNEKS)
- Ustaz Adi Hidayat (Ketua Dewan Pakar PP MES)
- Ilham Akbar Habibie (Anggota Dewan Pakar PP MES)
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem industri halal yang solid, di mana koperasi dan UMKM dapat naik kelas dan menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global.










