Indowood Expo 2026 Digelar di Surabaya, Pelaku Industri Kayu Bisa Akses Kredit Bunga 6 Persen dari BRI

BRI Wujudkan Kesetaraan Gender Melalui Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan/Ist.

Pameran industri kayu dan furnitur terbesar, Indowood Expo 2026, resmi digelar di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, mulai 4 hingga 6 Juni 2026. Selain menampilkan berbagai teknologi terbaru, ajang ini juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku industri melalui Kredit Industri Padat Karya (KIPK) yang disalurkan BRI dengan suku bunga efektif 6 persen per tahun.

Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pembiayaan untuk revitalisasi mesin dan peralatan produksi, termasuk membeli teknologi yang dipamerkan selama Indowood Expo berlangsung. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing industri, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Indowood Expo menjadi wadah bagi pelaku industri kayu dan furnitur untuk mempelajari perkembangan teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki peluang pasar baru.

Pada penyelenggaraan tahun 2025, pameran ini diikuti 100 exhibitor dari 72 perusahaan dan 11 negara, dengan jumlah pengunjung mencapai 3.349 orang yang mayoritas berasal dari sektor mebel dan kerajinan.

Tahun ini, berbagai inovasi dan teknologi terbaru ditampilkan, mulai dari mesin pemindai 3D, sistem pengeboran otomatis, teknologi pelapisan cat modern, sistem pencegahan kebakaran, hingga solusi otomasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Penyelenggara juga menghadirkan seminar dan diskusi industri yang membahas perkembangan teknologi manufaktur, desain, serta teknik finishing produk mebel dan kerajinan.

Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara diharapkan membuka peluang kolaborasi, transfer teknologi, dan investasi yang dapat memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Syarat Kredit Industri Padat Karya

Pelaku usaha yang ingin mengakses KIPK melalui BRI harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2025.

Persyaratan tersebut meliputi memiliki usaha produktif yang layak, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, menjalankan usaha minimal dua tahun di sektor industri padat karya, serta memiliki rata-rata sedikitnya 50 tenaga kerja selama 12 bulan terakhir.

Selain itu, pemohon wajib memiliki hasil penilaian kelayakan yang baik dan tidak sedang menerima kredit program pemerintah lainnya secara bersamaan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 Tahun 2025, terdapat syarat tambahan berupa pemenuhan komitmen perizinan berusaha, memiliki akun SIINas, menyampaikan data industri melalui SIINas, serta memenuhi kewajiban perpajakan minimal satu tahun terakhir.

Seluruh persyaratan tersebut akan melalui proses validasi oleh BRI.

BRI Tawarkan Solusi Digital QLola

Selain pembiayaan, BRI juga memperkenalkan platform digital QLola by BRI kepada pengunjung Indowood Expo 2026.

Platform ini dirancang untuk membantu nasabah bisnis dan korporasi mengelola berbagai kebutuhan transaksi dan layanan perbankan dalam satu ekosistem digital.

Melalui satu kali login, pengguna dapat mengakses berbagai layanan seperti Financial Dashboard, Single dan Mass Fund Transfer, Payroll, Billing Payment, Virtual Account, Liquidity Management, Supply Chain Management, Trade Finance, hingga Bank Garansi.

Untuk menggunakan layanan tersebut, pelaku usaha harus memiliki rekening bisnis BRI seperti BritAma Bisnis, Simpedes Usaha, atau Giro.

Kehadiran KIPK dan QLola by BRI di Indowood Expo 2026 diharapkan dapat membantu pelaku industri meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat efisiensi pengelolaan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.