JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk dengan mencopot pejabat yang selama ini dikenal dekat dan dipercaya menjalankan program strategis pemerintah.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menggambarkan kekecewaan Prabowo setelah mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam program yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
“Melihat wajah Pak Presiden hari ini bikin saya terdiam. Beliau tampak amat kecewa. Bayangkan, kawan sendiri berkhianat. Pejabat sudah dikasih bintang, sudah dikasih pangkat, malah menyelewengkan,” tulis Sudaryono.
Menurut dia, program BGN merupakan agenda yang sangat penting karena menyangkut upaya peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Karena itu, setiap penyimpangan yang berpotensi mengurangi manfaat program dinilai tidak dapat ditoleransi.
“BGN ini urusan mendesak. Anak-anak kita butuh gizi seimbang untuk tumbuh pintar. Kalau anggarannya disunat, mau jadi apa generasi masa depan?” tulisnya.
Sudaryono mengatakan Prabowo bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan penyelewengan tersebut. Presiden disebut langsung meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pemeriksaan serta meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri transaksi yang mencurigakan.
“Presiden bertindak super cepat. BPKP disuruh turun. PPATK diminta membongkar transaksi mencurigakan. Semua oknum langsung dicopot. Tidak peduli dia teman dekat, bahkan akrab,” ujarnya.
Sudaryono menilai langkah tersebut menjadi sinyal kuat bagi seluruh kementerian dan lembaga bahwa pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan.
Di lingkungan Kementerian Pertanian, kata dia, pesan tersebut ditangkap secara jelas. Kementan berkomitmen memastikan pasokan pangan untuk mendukung program BGN berjalan secara bersih dan bebas dari praktik korupsi.
“Di Kementerian Pertanian, kami menangkap sinyal ini terang benderang. Produksi pangan untuk suplai BGN wajib aman, bersih, tanpa korupsi. Saya pastikan tim internal kami bekerja ekstra keras tanpa kompromi. Kami siapkan bahan baku pangan kualitas terbaik,” tulis Sudaryono.
Ia menegaskan bahwa program pemenuhan gizi anak tidak boleh dijadikan sarana mencari keuntungan pribadi karena menyangkut masa depan bangsa.
“Urusan asupan masa depan bangsa terlalu krusial untuk dimainkan. Jangan coba-coba mencuri porsi gizi mereka,” kata Sudaryono.










