Jawa Tengah Jadi Pelopor Pendidikan Perkoperasian, Menkop: Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Menteri Koperasi Ferry Juliantono/IG

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menginisiasi Program Insersi Pendidikan Perkoperasian. Menurutnya, program tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi upaya strategis untuk menanamkan kembali nilai-nilai koperasi kepada generasi muda.

Ferry menilai pendidikan perkoperasian penting untuk memastikan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ekonomi kerakyatan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Saya secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mengambil langkah yang bersejarah, strategis, dan visioner melalui pelaksanaan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian. Ini adalah yang pertama di Indonesia, dan dimulai dari Jawa Tengah,” kata Ferry dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Menurut Ferry, generasi muda perlu kembali mengenal, memahami, dan mencintai koperasi agar nilai-nilai yang menjadi fondasi ekonomi kerakyatan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Bagi saya, langkah ini sangat penting. Generasi muda harus kembali mengenal, memahami, dan mencintai koperasi. Kita ingin memastikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan ekonomi kerakyatan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi Jawa Tengah yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan koperasi di Indonesia. Ferry menyebut koperasi pertama di Indonesia berdiri di Banyumas, sehingga semangat koperasi memiliki akar yang kuat di provinsi tersebut.

“Provinsi Jawa Tengah memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah gerakan koperasi Indonesia. Di Banyumas, untuk pertama kalinya koperasi didirikan, sehingga tidak mengherankan jika semangat dan darah koperasi begitu kuat mengalir dalam kepemimpinan di Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Ferry meyakini pengenalan kembali koperasi kepada generasi muda menjadi momentum penting bagi keberlanjutan gerakan koperasi nasional. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh koperasi Indonesia.

“Saya meyakini, hari ini menjadi momen yang membahagiakan bagi para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh koperasi Indonesia. Semangat yang diperjuangkan sejak dahulu kini kembali ditanamkan kepada generasi penerus. Koperasi kembali diperkenalkan, dipahami, dan diharapkan menjadi bagian dari masa depan Indonesia,” ujarnya.