Kunjungi Sekolah Rakyat Tabanan, Prabowo: Pendidikan Kunci Mewujudkan Hidup Layak bagi Rakyat

Presiden Prabowo Subianto/Presiden RI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Sekolah Rakyat dibangun untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus menjadi instrumen negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem dengan kapasitas 270 siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” kata Prabowo.

Saifullah Yusuf menjelaskan kuota siswa yang disiapkan di gedung permanen Sekolah Rakyat Karangasem mencapai 270 orang, masing-masing 90 siswa untuk setiap jenjang pendidikan.

Menurut dia, jumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat di Bali telah mencapai 406 orang, terdiri dari 18 calon siswa tingkat SD, 213 calon siswa SMP, dan 175 calon siswa SMA.

“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali di mana nanti diharapkan kalau sudah selesai, yang ada di sini akan pindah ke gedung permanen itu. Nah di gedung baru nanti kita akan mengalokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau. Untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas, melebihi alokasi, sementara yang SD masih sedang dalam berproses,” ujar Saifullah.

Kunjungan Presiden diawali dengan sambutan meriah dari para siswa Sekolah Rakyat. Setibanya di lokasi, Prabowo disambut yel-yel dan pertunjukan tari Kecak yang dibawakan 16 siswa.

Penampilan tersebut turut menampilkan seorang siswa berkebutuhan khusus sebagai pusat pertunjukan, mencerminkan semangat inklusivitas yang dikembangkan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Dalam acara itu, Bagus, salah seorang siswa, menyampaikan testimoni mengenai perubahan positif yang dirasakannya selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Seorang orang tua calon siswa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden karena program tersebut memberikan kesempatan bagi anaknya untuk kembali mengenyam pendidikan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan paduan suara siswa yang membawakan lagu “Ayah Ibu” disertai pembacaan puisi sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.

Salah seorang siswa, Ketut Arlan, juga menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris dengan menyampaikan pidato di hadapan Presiden.

Acara semakin menyentuh melalui pemutaran video profil Fikri, siswa Sekolah Rakyat yang menceritakan perjalanan hidup dan perjuangannya dalam memperoleh pendidikan. Tayangan tersebut menggambarkan dampak program Sekolah Rakyat dalam membuka kesempatan belajar bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Menutup kunjungannya, Prabowo makan siang bersama siswa dan para orang tua. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.