Menkeu Purbaya Prediksi Rupiah Kembali Menguat, Tekanan Global Disebut Mulai Mereda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Kemenkeu

Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II 2026 setelah sebelumnya tertekan oleh berbagai faktor global dan domestik. Optimisme tersebut juga tercermin dalam target nilai tukar rupiah yang dipatok pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tekanan terhadap rupiah selama ini terutama dipengaruhi sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu.

Menurut dia, penguatan rupiah akan ditopang oleh koordinasi yang semakin solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Selain itu, perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) dan pendalaman pasar keuangan dinilai akan memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri.

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” ujar Purbaya.

Pemerintah telah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS untuk 2027. Proyeksi tersebut tercantum dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai landasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Purbaya menambahkan, stabilitas rupiah juga didukung oleh perkiraan membaiknya kondisi ekonomi global. Salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah adalah potensi meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian di pasar keuangan.

“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS,” tuturnya.