Prabowo Temui Jajaran Himbara, Tekankan Peran Bank untuk UMKM dan Ekonomi Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Buddha yang memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE), pada Minggu, 31 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris

Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam perekonomian nasional saat menerima jajaran komisaris dan direksi bank-bank BUMN tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pemerintah mendorong Himbara tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan total kapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan di Indonesia.

“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa… kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih Rp1.100 triliun,” kata Rosan.

Ia menilai besarnya nilai tersebut menunjukkan posisi strategis Himbara dalam menopang ekonomi nasional, termasuk melalui pembiayaan sektor produktif.

Menurut Rosan, Presiden Prabowo menekankan agar bank-bank Himbara tidak semata mengejar laba, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat,” ujarnya.

Ia menyebut kehadiran Himbara harus memberikan kesempatan yang sama bagi sektor UMKM, komersial, hingga korporasi, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalitas dalam menjalankan bisnis perbankan.

“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional,” kata Rosan.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyoroti kondisi harga minyak dunia yang saat ini berada di bawah 80 dolar AS per barel. Ia menyebut penurunan tersebut berpotensi memberi sentimen positif bagi perekonomian nasional.

“Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, sektor perbankan, khususnya Himbara, memiliki peran penting dalam mendukung agenda tersebut.

“Perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dari pihak perbankan,” kata Rosan.

Pertemuan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan Himbara sebagai instrumen strategis tidak hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam pemerataan akses ekonomi dan penguatan ekonomi nasional.