SGU Gelar Public Seminar 2026, Dorong Talenta Digital dan Inovasi Hadapi Ketidakpastian Global

Foto: Swiss German University (SGU) sukses menggelar Public Seminar 2026 bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Istimewa)
Foto: Swiss German University (SGU) sukses menggelar Public Seminar 2026 bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Istimewa)

Generasi.co, Tangerang – Swiss German University (SGU) sukses menggelar Public Seminar 2026 bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Leadership and Innovation for the Future” pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Forum strategis yang berlangsung di Kampus SGU, The Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang ini mempertemukan para pemimpin dari sektor bisnis, pemerintahan, dan akademik untuk membahas strategi menghadapi perubahan global yang kian cepat.

Diskusi yang dipandu oleh akademisi SGU, Dr. Ir. Eka Budiarto, S.T., M.Sc., tersebut menghadirkan tiga narasumber utama.

Mereka adalah Executive Chairman B-Universe sekaligus Menteri Perdagangan RI periode 2016–2019, Dr. (HC) Enggartiasto Lukita; Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Kementerian PPN/Bappenas, Dini Maghfirra, S.P., M.T., M.Sc., Ph.D.; serta Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB, Adi Nugroho.

Dalam pemaparannya, para narasumber sepakat bahwa pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan pergeseran pola kerja menuntut individu maupun organisasi untuk terus beradaptasi.

Dari kacamata bisnis dan media, Enggartiasto Lukita menitikberatkan pada pentingnya kepemimpinan visioner serta kemampuan membaca arah perubahan demi menjaga keberlanjutan organisasi.

Sementara itu, Dini Maghfirra menyoroti peran strategis tata kelola data dalam menyokong pembangunan nasional yang lebih efektif, responsif, dan berbasis bukti.

Melengkapi perspektif tersebut, Adi Nugroho menegaskan bahwa transformasi digital melampaui sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan menyeluruh dalam tata kelola dan pelayanan publik yang membutuhkan integrasi layanan, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan talenta digital yang berkelanjutan.

Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu memimpin di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi, perkembangan AI, transformasi digital, dan dinamika global menciptakan tantangan sekaligus peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan pembangunan nasional. Di SGU, kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan agar mereka tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan tersebut,” ujar Samuel.

Lebih lanjut, Samuel menjelaskan bahwa tema seminar ini sejalan dengan komitmen SGU dalam mendukung transformasi digital Indonesia melalui program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri masa depan.

Pada jenjang sarjana (S-1), SGU menawarkan program Information Technology dengan peminatan Cyber Security, Business Innovation, dan AI and Data Science, serta Industrial Engineering.

Sementara pada jenjang magister (S-2), SGU menghadirkan program Master of Information Technology (MIT) dengan konsentrasi Data & AI Cyber Security, Data & AI Business Informatics, Digital Innovation, dan Manajemen Transformasi Digital.

Menurut Samuel, aspek paling fundamental dari transformasi digital bukanlah teknologi, melainkan kesiapan manusianya.

“Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Yang paling penting adalah manusianya. Karena itu, SGU terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan dan memperkuat kolaborasi dengan industri, pemerintah, serta mitra internasional untuk menciptakan lulusan yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, profesional muda, serta masyarakat umum ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Berbagai topik hangat dikupas tuntas, mulai dari kepemimpinan di era disrupsi, pemanfaatan data dalam pembangunan nasional, transformasi digital layanan publik, hingga kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi masa depan.

Melalui gelaran seminar publik ini, SGU kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi internasional yang aktif membangun kolaborasi antara akademik, industri, dan pemerintah untuk menghasilkan talenta yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam transformasi Indonesia menuju era digital. (*)