Prasetyo Hadi: Mengurus Ekonomi seperti Tim Sepak Bola, Semua Harus Kompak

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi selaku Ketua Panitia Negara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengapresiasi partisipasi publik dalam proses pemilihan logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI . Foto: BPMI Setpres

Generasi.co, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengibaratkan pengelolaan ekonomi nasional seperti tim sepak bola yang membutuhkan koordinasi antarpihak agar kebijakan yang diambil saling mendukung dan mampu merespons dinamika global.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo usai menghadiri rapat koordinasi bersama DPR RI, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

“Karena ini kebetulan juga sedang berlangsung Piala Dunia, ibarat tim sepak bola, mengurusi ekonomi juga bagaikan tim sepak bola,” kata Prasetyo.

Menurut dia, berbagai kebijakan ekonomi, mulai dari kebijakan makro, fiskal hingga sektor riil, harus dirumuskan secara terpadu. Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penanganan harga gas industri.

Prasetyo berharap koordinasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi terus diperkuat agar kondisi perekonomian nasional tetap terjaga.

“Kita berharap koordinasi ini dapat terus kita tingkatkan untuk memastikan seluruh perekonomian dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Dewan Ekonomi Nasional memaparkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Meski fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup baik, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas rupiah.

Sementara itu, Kementerian Keuangan memastikan program penempatan dana pemerintah di perbankan tetap berlanjut dengan nilai mencapai Rp281 triliun guna menjaga likuiditas dan mendukung penyaluran kredit. Pemerintah juga menyiapkan tambahan dana sebesar Rp100 triliun untuk sektor perbankan.