Prabowo Yakin Indonesia Bangkit, Stabilitas Keamanan Nasional Tetap Terjaga

Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan lencana emas Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama yang diserahkan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Generasi.co, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kondisi keamanan nasional tetap terkendali di tengah langkah pemerintah menjalankan transformasi menuju Indonesia yang lebih maju, modern, dan sejahtera. Menurutnya, stabilitas tersebut menjadi fondasi penting agar agenda pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

“Saya bersyukur bahwa stabilitas keamanan nasional terus terjaga,” kata Prabowo.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa setiap upaya membawa Indonesia menuju kemajuan tidak pernah lepas dari berbagai tantangan. Ia menilai selalu ada pihak-pihak yang berusaha menghambat kebangkitan bangsa.

“Memang setiap bangsa Indonesia akan bangkit selalu ada usaha-usaha untuk menghambat, bahkan untuk mengganjal kebangkitan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kendati menghadapi berbagai hambatan, Prabowo optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk melewati seluruh tantangan tersebut. Ia menyebut bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat sehingga mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara yang lebih maju.

“Tapi bangsa Indonesia sangat besar, sangat kuat, punya modal yang sangat besar, sehingga percayalah bangsa kita akan bangkit,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Polri atas kerja sama yang solid bersama TNI, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan hari-hari besar keagamaan nasional, seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri.

Menurut Presiden, keberhasilan tersebut tercermin dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatnya kualitas pelayanan publik pada momen-momen tersebut. Ia menilai capaian itu menjadi bukti kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.