Wamentan Sudaryono: Prabowo Tak Bisa Asal Respons, Semua Keputusan Harus Dikaji

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono/IG

Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto tidak selalu memberikan respons cepat terhadap berbagai isu publik. Menurutnya, seorang kepala negara harus mempertimbangkan seluruh aspek sebelum mengambil keputusan sehingga tidak bisa bertindak secara tergesa-gesa.

Hal itu disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menilai tugas seorang presiden sangat berbeda dengan seorang komentator yang bebas menyampaikan pendapat tanpa harus memikul tanggung jawab atas setiap keputusan.

“Banyak kawan bertanya, mengapa Pak Prabowo kadang tampak lambat merespons isu publik? Menjadi presiden tidak sama dengan menjadi komentator,” ujar Sudaryono.

Ia mengatakan setiap kebijakan yang diambil Presiden harus melalui proses pertimbangan yang matang dengan mendengarkan seluruh pihak secara setara. Menurutnya, Prabowo selalu menekankan pentingnya memverifikasi seluruh informasi sebelum menetapkan sebuah keputusan.

“Komentator bebas bicara apa saja. Presiden wajib menimbang semua sisi. Kiri, kanan, depan, belakang. Semua pihak berhak didengar setara. Bapak Presiden selalu berpesan, pemimpin pantang gegabah ambil keputusan. Semua informasi wajib dicek silang terlebih dahulu,” katanya.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa Prabowo memberi perhatian terhadap berbagai masukan yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari usulan para profesor hingga keluhan masyarakat desa yang disampaikan melalui media sosial TikTok. Seluruh masukan tersebut, kata dia, dipelajari dan ditindaklanjuti.

“Usul profesor sampai keluhan anak desa lewat TikTok, beliau perhatikan teliti. Beliau instruksikan tindak lanjut segera,” ucap Sudaryono.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memahami proses pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah dan memberikan dukungan kepada Presiden dalam menjalankan pembangunan nasional.

“Kita belajar bersabar. Kita belajar mengambil keputusan matang. Bantu Presiden membangun bangsa,” tutupnya.